Cianjur Diklaim Darurat LGBT

0
136

CIANJUR, patas.id – Forum Literasi Indonesia (FLI) Cianjur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Muspida Kabupaten Cianjur menggelar talk show bertajuk ‘Cianjur Darurat LGBT?’ di Gedung Assakinah Cianjur, Rabu (24 Januari 2018). Ada 7 narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan talk show ini.

Lena Rohsetiani, aktivis kesehatan dan sosial, menegaskan bahwa Cianjur memang sudah masuk kategori darurat LGBT. Menurut catatan dia, saat ini sudah ada 2.000-an LGBT yang sudah terdata.

“Kalau berdasarkan data, kondisi ini sudah sangat memprihatinkan. Apakah Cianjur sudah darurat LGBT? Jawaban saya, ya!” kata Lena.

Lena menambahkan, pertumbuhan LGBT ini mengacu pada pertambahan angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur.

“Sebab, salah satu faktor penyebaran virus HIV/AIDS ini dari hubungan seks menyimpang. Hubungan seks sejenis,” kata Lena.

Ketua ICMI Kabupaten Cianjur, Saiful Millah, mengatakan, ada yang salah dalam pola pendidikan generasi muda saat ini. Kesalahan itu terletak pada lingkup pendidikan di keluarga, sekolah, dan lingkungan.

“Saya mulai dari pertanyaan: siapa yang salah dalam masalah LGBT ini? Keluarga? Sekolah? Lingkungan?” kata Saiful.

Saiful menekankan bahwa jika ingin menyelesaikan masalah LGBT ini, maka harus diawali dari pertanyaan mendasar seperti itu.

“Kita harus mencari akar permasalahan dari hal yang paling mendasar. Setelah ketemu akar masalahnya, baru kita cari solusinya,” tutur Saiful.

Senada, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Sumitra, mengatakan bahwa faktor keluarga, sekolah, dan lingkungan memiliki peran penting dalam pertumbuhan LGBT di Cianjur ini.

“Harus ada peran aktif dari semua pihak untuk mencegah dan memberantas perilaku LGBT ini,” tandas Sumitra. (daz)

Comments

comments