Kurang, Vaksin Pencegah Penularan Difteri

0
97

CIANJUR, patas.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mulai melakukan imunisasi dan pemberian vaksin untuk mengantisipasi penularan difteri, Selasa (23 Januari 2018). Sayangnya, jumlah vaksin dinilai masih kurang, sehingga dari empat kecamatan yang ditemukan difteri, baru dua kecamatan didatangi.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Asep Helmiono, mengatakan, ada empat kecamatan yang ditemukan kasus difteri di tahun ini, namun pihaknya baru bisa melakukan vaksin dan imunisasi di Desa Cikondang Kecamatan Bojongpicung dan Kecamatan Cidaun.

“Ada dua kecamatan lainnya yang juga ditemukan difteri, yakni Pacet dan Ciranjang. Namun dengan stok vaksin saat ini, baru bisa dipenuhi vaksinasi di dua lokasi,” kata dia, Selasa (22 Januari 2018).

Menurutnya, vaksin yang tersedia hanya cukup untuk 5.500 orang, terbagi untuk Cikondang sebanyak 3.000 orang dan Cidaun sebagnyak 2.500 orang. Pemberian vaksi dan imunisasi, lanjut dia, dilakukan dengan turun langsung ke lapangan, seperti halnya pemberikan vaksin campak dan rubela beberapa waktu terakhir.

“Kami sasar ke sekolah-sekolah dulu, terutama di Cidaun itu awal temuannya pada siswa. Setelah itu, petugas juga datang ke setiap rumah yang berada di lingkungan dengan pasien difteri.”

Dia mengatakan, pemberian vaksin bakal dilakukan selama beberapa hari. Pasalnya, petugas yang dilibatkan hanya dari puskesmas masing-masing. “Nanti Kamis (25 Januari 2017), kami minta laporan dari setiap daerah, sudah sejauh mana pemberian vaksinnya,” kata dia.

Asep menambahkan, sambil melakukan vaksinasi, pihaknya juga menunggu konfirmasi dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jawa Barat terkait tambahan stok vaksin. “Belum ada kepastian kapan stok tambahan untuk vaksinasi di Pacet dan Ciranjang diterima. Pasalnya, berdasarkan informasi untuk daerah yang digelar vaksinasi tingkat nasional pun masih kurang stok,” katanya.

Meski begitu, pihaknya bakal melakukan sosialisasi agar warga menjaga pola hidup sehat dan segera memeriksakan diri jika muncul ciri-ciri difteri. Tetapi, ungkap dia, pemberian vaksin dinilai lebih efektif untuk mencegah penularan atau penyebaran difteri.

“Seperti halnya di Cikadu dan daerah lain yang ada temuan diferi pada 2017, setelah divaksin jadi nihil penyebarannya. Tapi sementara waktu, bisa dicegah dengan pola hidup bersih dan sehat,” kata dia. (isl)

Comments

comments