Panwaslu Temukan Kendala dalam Proses Coklit

0
162

CIANJUR, patas.id – Panwaslu Kabupaten Cianjur melalui Panitia pengawas Kecamatan (Panwascam) hingga ke Panitia Pengawas Lapangan (PPL) melakukan pengawasan terhadap pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan KPU Kabupaten Cianjur melalui petugas pemutahiran data pemilihan (PPDP).

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur, menjelaskan, hasil pengawasan lapangan banyak menemukan petugas PPDP hanya dibekali 5-25 form model A.A.2-KWK (stiker), padahal satu petugas PPDP itu melakukan coklit per TPS 100 bahkan lebih.

“Kalau kondisinya seperti itu, sudah dipastikan setelah form A.A.2-KWK habis, petugas PPDP tidak bisa melakukan coklit,” ujar Hadi dalam rilis yang disampaikan kepada patas.id, Senin (22 Januari 2018).

Hadi menambahkan, sesuai PKPU Nomor 2 Tahun 2017 pasal 3, form model A.A.2-KWK sebagai bukti pencocokan dan penelitian.

Sebanyak 20 kecamatan melaporkan form model A.A.2-KWK habis per hari Senin (22 Januari 2018).

Selain masalah stiker, sambung Hadi, persoalan lain juga muncul seperti kewajiban untuk menginput di aplikasi Sitagis. Di wilayah Cianjur selatan, misalnya, koneksi data yang turun-naik menjadi kendala bagi petugas PPDP. Bukan hanya masalah sinyal data, permasalahan sumber daya manusia pun banyak petugas PPDP yang kesulitan mengoperasikan aplikasi tersebut.

“Kami khawatir dengan banyaknya kendala di lapangan bisa menghambat waktu pencocokan dan penelitan sampai tanggal 18 Februari 2018,” pungkasnya. (daz/*)

Comments

comments