Keturunan Siti Jenab Tuding Pemerintah Melanggar Kesepakatan

0
104

CIANJUR, patas.id – Sekitar seratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sugih Mukti Cianjur, bersama cucu tokoh pendidikan Siti Jenab mendatangi Kantor Bupati Cianjur, Senin (22 Januari 2018). Mereka menuntut agar pembongkaran bangunan SDN Ibu Jenab I dihentikan.

Meskipun tidak mendapat respons dari Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, seratusan orang tersebut sempat melakukan orasi di depan kantor bupati. Para pengujuk rasa yang menuntut agar bekas bangunan SDN Ibu Jenab I tidak dialihfungsikan pun akhirnya ditemui Kepala Dinas Kominfosantik Kabupaten Cianjur, Suprayogi.

Dalam pertemuan di teras pendopo tersebut, cucu Siti Jenab menagih janji kesepakatan yang dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, guru, tokoh masyarakat, dan keluarga besar Siti Jenab, soal pemindahan lokasi kegiatan belajar mengajar SDN Ibu Jenab I.

“Namun dengan catatan bangunan yang ada tidak dipugar atau dialihfungsikan karena lokasi tersebut merupakan cikal bakal berdirinya sekolah perempuan di Jawa Barat,” kata Memet Abdul Hakim, salah seorang cucu Siti Jenab, Senin (22 Januari 2018).

Memet menuturkan, selang beberapa hari setelah dikosongkan, Pemkab Cianjur langsung melakukan pembongkaran seluruh ruangan, sehingga memancing kemarahan berbagai pihak termasuk keturunan Siti Jenab yang melakukan perjanjian.

Kami menuntut penghentian pembongkaran dan tetap menuntut agar bangunan tidak diruntuhkan apalagi dialihfungsikan. Bahkan kami menuntut agar kegiatan belajar mengajar dikembalikan ke tempat semula.

Sementara itu, Kadis Kominfosantik Kabupaten Cianjur, Suprayogi, berjanji segera menyampaikan tuntutan para pengunjuk rasa kepada Bupati Cianjur agar segera ditindaklanjuti.

“Satu pekan ke depan saya berjanji keturunan Siti Jenab dan aliansi dapat bertemu dengan bupati untuk mengadakan mediasi apa yang menjadi tuntutan hari ini,” katanya. (daz)

Comments

comments