Jangan Ada Isu SARA di Antara Kita

0
107

CIANJUR, patas.id – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengharapkan kontestasi politik untuk Provinsi Jawa Barat tidak diisi dengan beredarnya isu yang menyangkut Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA).

Meskipun Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat baru dimulai, isu SARA sudah mulai disebar di media sosial. Mulai dari isu yang terkait agama, suku, dan lainnya disebarkan belakangan ini, terlebih setelah empat pasangan mendaftarkan diri untuk pencalonan.

Tidak terkecuali Dedi Mulyadi, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang menjadi pasangan Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2018.

“Silakan saja kalau memang sudah beredar isu SARA, yang penting kita tidak melakukan atau menyebarkan isu buruk pada orang lain,” ujar dia saat ditemui wartawan di sela-sela kunjungan ke Desa Nanggalamekar Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, Minggu (21 Januari 2018).

Bahkan, Dedi mengajak bagi semua orang, terutama para pendukungnya, untuk tetap berbuat baik dan mengajak pada kebaikan. “Kita harus berpolitik dengan baik dan berbuat kebaikan secara terus-menerus,” kata dia.

Maka dari itu, Dedi menekankan agar semua pihak tidak membuat isu yang bertentangan dengan prinsip demokrasi. “Jangan sampai Pilgub Jabar ini ada isu yang membuat pertentangan,” tuturnya.

Di luar itu, Dedi berujar, ada beberapa hal yang bakal dia laksansanakan jika diberi kepercayaan memimpin Jawa Barat. Di antaranya menuntaskan masalah klasik yang terus-menerus ada di Jawa Barat, seperti kemiskinan, lapangan pekerjaan, kesehatan, dan pendidikan.

Menurutnya, untuk kemiskinan, pemerintah harus memfasilitasi warganya mendapatkan tempat yang nyaman untuk tinggal. Sementara itu, terkait pendidikan dan kesehatan, perlu didekatkan dan diberi kemudahan, terutama bagi warga tidak mampu.

“Masalah kemiskinan ini tidak pernah tuntas, tapi minimalnya bisa diatasi dengan bantuan yang ada. Selain itu, pendidikan dan layanan kesehatan harus didekatkan kepada warga. Diharapkan, nantinya di Jabar tak ada lagi kemiskinan, seperti yang saya temui di Cianjur ini, apalagi sampai rumahnya benar-benar tidak layak,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments