Broker Daging Ayam Ambil Keuntungan Tinggi

0
132

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Polres Cianjur masih mendalami akar masalah mahalnya harga daging ayam di pasaran. Broker pun diduga menjadi dalang kenaikan harga yang berkepanjangan ini.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku pihaknya sudah turun langsung ke lapangan pada Minggu (14 Januari 2018). Sejumlah peternakan pun didatangi untuk memastikan penyebab terus naiknya harga daging ayam.

Didapati ada kenaikan harga signifikan di tingkat broker, dimana harga dari peternak yang hanya Rp 18.500 per kilogram, mengalami kenaikan sampai Rp 4.500 di tingkat broker. Hal itu membuat tangan selanjutnya dari rantai penjualan daging ayam menjadi bertambah mahal.

“Ini juga yang jadi pertanyaan, broker yang hanya mengirim DO ke pengurus daging atau rantai selanjutnya itu bisa ada selisih Rp 4.500 sebagai keuntungan. Padahal peternaknya sendiri hanya ambil Rp 1.500 per kilogram,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (14 Januari 2018).

Namun, ungkap Herman, pihaknya akan memastikan status broker yang bermain harga tersebut. Herman menduga ada broker yang memang memiliki keterikatan dengan perusahaan yang mencari untung tinggi dan memanfaatkan status broker tersebut.

“Jadi ada dua opsi, broker yang memang benar-benar broker dan broker yang di dalam kantor peternakan. Makanya masih harus didalami lagi. Kalau sudah pasti, kami akan langsung libatkan jajaran Satreskrim Polres Cianjur,” ucap dia.

Sementara itu, Polres Cianjur bakal menerjunkan Satuan Tugas Pangan untuk menyelidiki penyebab terus melambungnya harga daging ayam potong di pasaran.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, menuturkan, telah memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas setiap yang terlibat yang menyebabkan harga daging ayam potong di pasaran terus merangkak naik.

“Jika terbukti ada permainan dan pelanggaran yang menyebabkan harga daging ayam potong di pasaran naik, kami perintahkan (Jajaran Satgas Pangan, red) tindak tegas,” ucap dia.

Soliyah meminta aksi mogok yang dilakukan para pedagang daging ayam potong tidak berlangsung lama, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tingkat konsumen.

“Dinas perdagangan agar segera mengambil langkah strategis, sehingga masalah ini segera teratasi. Kami mendukung setiap upaya perbaikan dan stabilisasi harga daging ayam di Kabupaten Cianjur, dan kami akan tempuh upaya persuasif untuk hal tersebut,” ucapnya. (isl)

Comments

comments