Harga Daging Ayam Dimainkan Broker

0
115

CIANJUR, patas.id – Polres Cianjur menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk menyelidiki penyebab terus melambungnya harga daging ayam potong di pasaran.

Hal itu, diungkapkan Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, saat melakukan peninjauan ketersediaan bahan pokok di Pasar Muka, Cianjur, Sabtu (13 Januari 2018). Soliyah menegaskan, telah memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas setiap yang terlibat yang menyebabkan harga daging ayam potong di pasaran terus merangkak naik.

“Bila terbukti ada permainan dan pelanggaran yang menyebabkan harga daging ayam potong di pasaran naik, kami perintahkan jajaran untuk menindak tegas,” kata Soliyah.

Selain itu, kata Soliyah, pihaknya juga menekankan Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk terjun langsung ke tingkat peternak agar mengetahui penyebab pasti mahalnya harga daging unggas itu.

“Karena kami juga terlibat dan bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Cianjur. Sehingga dengan koordinasi yang terus dilakukan secara maksimal dengan pemkab dan asosiasi, diharapkan Senin mendatang harga daging ayam potong dapat kembali ke harga normal,” katanya.

Soliyah meminta, aksi mogok yang dilakukan para pedagang daging ayam potong tidak berlangsung lama, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tingkat konsumen.

“Dinas perdagangan agar segera mengambil langkah strategis, sehingga masalah ini segera teratasi. Kami mendukung, setiap upaya perbaikan dan stabilisasi harga daging ayam di Kabupaten Cianjur, dan kami akan tempuh upaya persuasif untuk hal tersebut,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Himam Haris, mengatakan, terus melambungnya harga daging ayam potong di pasaran diduga karena ulah para broker.

“Selama 6 tahun menjadi kadis, perkembangan daging ayam saat ini, merupakan kondisi terparah dari tahun sebelumnya. Setelah ditelaah, diduga ada permainan di tingkat broker,” kata Himam.

Rencananya, sebut Himam, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman akan mengundang seluruh pengusaha ternak ayam dan broker, untuk klarifikasi masalah yang terjadi.

“Cianjur merupakan produsen ayam terbesar ke-2 setelah Ciamis. Kebutuhan ayam di Cianjur dalam 1 bulan mencapai 500 ton, dengan asumsi untuk 400 ribu KK,” ucap Himam.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (APDDAS) Kabupaten Cianjur, Yayuk Sri Rahayu, menjelaskan, kondisi mahalnya harga daging ayam potong di pasaran sudah tidak dapat ditolerir.

Yayuk mengungkapkan, harus adanya pemangkasan birokrasi yang berbelit dalam rantai distribusi daging ayam potong.

“Kenaikan harga daging ayam pernah terjadi pada tahun 2016 dan saat ini kejadian terulang lagi. Ini dinilai yang terparah,” ungkap Yayuk. (wan)

Comments

comments