Mulai Sabtu, Pedagang Ayam di Pasar Mogok Jualan

0
66

CIANJUR, patas.id – Pedagang daging ayam di Kabupaten Cianjur berencana melakukan aksi mogok berjualan mulai Sabtu (13 Januari 2018). Pasalnya, harga daging ayam di Kota Santri tidak kunjung turun, bahkan terus naik sejak dua bulan terakhir.

Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (APDDAS) Kabupaten Cianjur sudah mengeluarkan surat edaran nomor 005/APDDAS/KAB-CIANUR/I/2018 yang berisi hasil muyawarah pengurus, bandar, dan pedagang ayam pada 8 Januari 2018, tentang kenaikan harga ayam yang tidak wajar setelah natak dan tahun baru.

APDDAS pun memberitahukan pada peternak ayam, broker, bandar, pemotong, suplyer, dan pedagang mulai Sabtu (13 Januari 2018) sampai Senin (15 Januari 2018) bakal digelar aksi mogok produksi dan berjualan daging ayam di Kota santri.

Semua pihak yang terkait, diimbau agar melaksanakan isi surat edaran tersebur, hingga permintaan penurunan harga bisa dikabulkan atau terealiasi. Bahkan, bagi yang tidak mengikuti edaran, bakal mendapatkan sanksi, berupa denda sebesar Rp 10 juta bagi pemotong dan Rp 1 juta untuk pengecer.

“Surat edaran tersebut sudah kami sebar, dan ditembuskan kepada sejumlah pihak, terutama Bupati Cianjur,” ujar Ketua APDDAS Kabupaten CIanjur, Yayuk Sri Rahayu, saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (12 Januari 2018).

Menurut Yayuk, kenaikan harga ini sudah di luar batas, apalagi melebihi tenggat waktu yang ditentukan bersama dimana harga daging ayam seharusnya sudah mulai normal sejak 2 Januari 2017.

“Itu hasil kesepakatan dan diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman. Nyatanya sekarang sudah 10 hari lewat, harga tidak turun, bahkan terus naik,” kata dia.

Dia mengatakan, harga daging ayam saat ini berkisar di angka Rp 36 ribu sampai Rp 38 rib per kilogram. Padahal harga normal itu Rp 30 ribu per kilogram. Namun pedagang tidak bisa menurunkan harga di bawah dari yang sekarang, sebab untuk harga dari pemotongan sudah Rp 29 ribu per kilogram.

“Sekarang saja Rp 38 ribu, pedagang hanya meraup untung sedikit. Belum lagi pembelinya jadi berkurang. Bahkan banyak yang jadi nombok sampai gadai rumah untk modal. Dengan harapan segera normal lagi, nyatanya tidak turun,” ucapnya.

Maka dari itu, lanjut dia, pemerintah harus segera bergerak untuk menekan harga daging ayam di pasaran. “Pemerintah itu punya tenaga ahli dengan lulusan pendidikan yang tinggi, masa tidak bisa menyelesaikan masalah seperti ini. Jangan biarkan pedagang kecil terus terbebani, kasihan mereka. Kami pun terus berusaha, sampai memutuskan mogok ini. Sebenarnya berat, karena nanti tidak ada penghasilan selama mogok, tapi dagang pun merugi. Jadi apa boleh buat, ini juga jadi pelajaran bagi oknum yang memainkan harga,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku tidak akan tinggal diam soal harga daging ayam yang sudah tidak wajar. Pihaknya bakal segera turun ke lapangan dan berupaya menekan harga daging ayam.

“Hari ini saya akan gelar rapat dengan instansi terkait supaya harga bisa ditekan sesegera mungkin. Jangan sampai terus berkelanjan,” pungkanya. (isl)

Comments

comments