Daftar KPU, Dedi Mulyadi Sambangi Warga Miskin, Gendong Lengser, hingga Jajan Cuanki di Pinggir Jalan

0
138

BUKAN Dedi Mulyadi kalau tidak unik dan sensasional. Kebiasaannya bermanuver bersama rakyat kecil tak pernah hilang meskipun dalam hajatan besar, termasuk saat menjadi ‘pengantin’ pada momen deklarasi dan pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur, Senin (9 Januari 2018).

Sesaat sebelum mendaftar ke KPU Jawa Barat, calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Deddy Mizwar ini sempat-sempatnya ‘nguliwed’ ke Jalan Kacapiring Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal Kota Bandung, persis di belakang Stadion Sidolig. Ternyata dia mendatangi pasangan Budiman (44 tahun) dan Santi (39 tahun), warga yang tinggal di sebuah rumah petak.

Dedi Mulyadi didampingi Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ade Barkah Surahman, bertamu di sebuah rumah berukuran 2×4 meter yang sesak. Sang tuan rumah, Budiman, mengaku hanya buruh serabutan di seputar stadion.

“Saya kerja serabutan membantu menjualkan kaos di seputar stadion. Penghasilan pun tak tentu,” tutur ayah dua anak ini.

Dedi pun merespon kondisi keluarga tersebut dengan memberikan modal usaha serta rehab rumah.

“Kalau bisa jangan kerja serabutan, jualan kaos nanti saya kasih modalnya. Sekalian rumah ini ditambah ruangannya karena tidak sehat ruangan sempit diisi desak-desakan satu keluarga,” kata Dedi.

Perilaku unik Dedi belum selesai. Saat prosesi pendaftaran ke KPU Jawa Barat, dia sempat-sempatnya bercanda dengan Lengser yang memimpin upacara adat penyambutan. Tiba-tiba lengser yang sedang beraksi itu digendong dan dibawa berkeliling.
Terakhir, seusai mendaftar, dia berjalan menelusuri Jalan Garut dan Jalan Laswi. Tiba-tiba dia berbelok ke Jalan Cianjur. Ternyata dia menemui seorang tukang dagang cuanki dan membelinya.Tentu saja pedagang cuanki bernama Mulyadi yang mengaku berasal dari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur itu terkaget-kaget. Apalagi bisa bertemu dengan idolanya, Ade Barkah, yang saat itu mendampingi Dedi Mulyadi.

“Ayo bikinkan cuanki untuk saya dan teman-teman semua. Nanti dagangannya diborong semua,” kata Dedi yang mendapat giliran pertama dilayani. (daz)

Comments

comments