Duo DM Sampaikan Orasi Saat Deklarasi

0
144

BANDUNG, patas.id – Deklarasi pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung, Selasa (9 Januari 2018), diwarnai orasi yang disampaikan kedua calon.

Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur, mengawali naik mimbar. Dia mengomentari masalah kesenjangan sosial dan ekonomi yang terjadi di Jawa Barat. Dia memberi ilustrasi saat bertemu dengan pemungut sampah berkaus lusuh warna kuning.

“Saya melihat orang kecil yang selalu setia. Itu kaus kuning sudah dipakai bertahun-tahun dan terus melekat. Beda dengan pejabat politik yang sering berganti-ganti kaus dan jaket,” ujar Dedi yang disambut aplaus hadirin.

Dedi menginginkan pemimpin yang tidak berjarak dengan rakyat yang dipimpinnya. Dia juga menyoroti masalah pendidikan di Jawa Barat yang masih timpang.

“Saya merasa sedih melihat anak-anak sekolah harus berjalan jauh. Ongkos lebih mahal dari biaya sekolah,” kata dia.

Senada, Deddy Mizwar yang naik mimbar usai Dedi, menyindir para pejabat dan politikus yang jauh dengan rakyat.

Namun, dia lebih menyoroti perjalanan dua DM yang terseok-seok sebelum resmi berpasangan.

“Saya dua kali ditinggal kereta, sementara Kang Dedi Mulyadi juga pernah ditinggal kereta. Namun, garis tangan mempertemukan Deddy dan Dedi yang mendapatkan tanda tangan,” kata Demiz.

Jenderal Naga Bonar juga mengalami bertemu dengan warga yang harus menyeberang sungai karena tidak ada jembatan.

“Saya datang untuk meresmikan jembatan di daerah Cimaragang, Cidaun, yang selama 30 tahun mendambakan jembatan. Banyak warga yang membutuhkan jembatan seperti itu di Jawa Barat sehingga menggugah saya untuk maju mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat,” tutur Deddy. (daz)

Comments

comments