TKW Asal Cianjur Aborsi di Pesawat Etihad

0
146

CIANJUR, patas.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur memastikan Hani binti Kahid tidak terdaftar dalam database Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cianjur. Bahkan masa kerja TKI yang melakukan aborsi di pesawat Etihad tersebut sudah melebihi batas ketentuan TKI legal.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo, mengatakan, setelah mendapatkan informasi ada TKI yang diduga mengaborsi kandungan dan membuang janinnya ke dalam tempat sampah di toilet pesawat, pihaknya langsung melakukan pencarian data, terlebih kabarnya TKI tersebut merupakan warga Cianjur.

“Kami langsung cepat tanggap, dengan mencari identitas TKI tersebut. Di dalam database Disnakertrans Kabupaten Cianjur, tidak ada identitas tersebut,” kata dia saat ditemui di kantornya, Senin (8 Januari 2017).

Namun, lanjut dia, pihaknya tidak berhenti sampai di situ, melainkan terus mencari data dan identitas lengkap Hani. Didapati bahwa Hani beralamat di Cianjur, tepatnya di Kampung Cinangsi Desa Cinerang Kecamatan Naringgul, namun kode pada ID pemberangkatan bukan kode Cianjur.

“Sebenarnya ini jadi pertanyaan juga, apakah memang orang Cianjur atau bukan. Makanya hari ini, tim dari Disnakertrans bersama P4TKI berangkat ke alamat tersebut untuk menemui keluarga. Kami juga sudah koordinasi dengan camat dan kades di alamat tersebut,” kata dia.

Heri menambahkan, melihat lama kerja dari Hani yang sudah lebih dari dua tahun, menjadikan statusnya dipastikan ilegal. Pasalnya, meskipun prosedur pertama pemberangkatan benar, tapi lama kerja yang melebihi batas membuat seseorang TKI menjadi tidak legal.

“Ketentuannya kan 2 tahun, tapi dia ini berangkat pada 2014 hingga 2018 atau empat tahun lebih. Harusnya kalau formal, pulangnya itu 2016. Apalagi di database kami tidak ada nama tersebut. Tapi kami akan dalami lagi bersama pihak terkait,” kata dia.

Heri menuturkan, di luar kasus dugaan aborsi yang kini ditangani pihak kepolisian, pihaknya lebih menyoroti prosedur dan identitas Hani yang janggal. Oleh karena itu, pihaknya bakal mendalami kasus tersebut. Ke depan, lanjut dia, pihaknya bakal berupaya mengantisipasi pemberangkatan TKI secara ilegal.

Salah satunya dengan mempercepat pembuatan cabang layanan Kantor Imigrasi yang rencananya bakal dibuka pada 2018 ini. Hal itu diyakini dapat mempermudah akses serta informasi terkait pemberangkatan TKI yang sesuai prosedur.

“Pada intinya kami menyoroti pemberangkatannya, ilegal atau legal. Ke depan kami juga sudah menyiapkan upaya untuk mengantisipasi pemberangkatan TKI ilegal. Kami harap sosialisasi dan pembentukan cabang layanan Kantor Imigrasi bisa menekan TKI ilegal tersebut,” pungkasnya..

Berdasarkan informasi, Hani binti Kahid Uta (37 tahun) asal Cianjur, Jawa Barat, diduga melakukan aborsi dan membuang janin bayinya ke toilet di pesawat Etihad EY 474 tujuan Abu Dhabi-Jakarta, Sabtu (6 Januari 2018).

Informasi dari kru pesawat menyatakan bahwa pada saat pesawat transit di Bangkok, Thailand, Hani mengeluh sakit pada bagian perut dan terdapat pendarahan di alat vitalnya. Menerima keluhan tersebut, pihak kru pesawat menyarankan dia berobat di Bangkok sehingga tidak dapat melanjutkan penerbangan ke Jakarta.

Selanjutnya Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta akan berkoordinasi dengan pihak keluarga Hani dan akan melakukan proses lebih lanjut. (isl)

Comments

comments