Bayi Ditahan RSUD Cianjur, Sang Ayah Ngamuk

0
177

CIANJUR, patas.id – Riki (37 tahun) warga Kampung Cipangsih RT 01/RW 07, Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, bersitegang dengan petugas di RSUD Cianjur, Jumat (5 Januari 2018) sore.

Peristiwa itu berawal saat Riki akan membawa pulang istri dan bayinya seusai proses persalinan di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu, Kamis (4 Januari 2018) lalu.

Namun saat akan dibawa pulang, pihak rumah sakit hanya memperbolehkan pulang istrinya. Sementara bayi mereka ditahan di ruang perawatan dengan alasan pihak keluarga belum membayar administrasi untuk perawatan bayi itu sebesar Rp 2,5 juta. Padahal, proses persalinan istrinya itu menggunakan BPJS Kesehatan.

“Semua biaya persalinan, kan sudah ter-cover BPJS Kesehatan, kenapa bayi saya harus ditahan dengan alasan BPJS tidak dapat membiayai perawatan bayi,” jelas Riki, saat ditemui wartawan, Jumat (5 Januari 2018).

Riki mengaku kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit plat merah itu. Ia meminta Pemkab Cianjur agar dapat memberikan pengawasan ekstra terhadap masih buruknya pelayanan di RSUD Cianjur.

“RSUD kan wajahnya Pemkab Cianjur dalam hal ini Bupati Cianjur. Jangan sampai karena ulah kebijakan yang salah di rumah sakit tersebut, wajah Cianjur ikut tercoreng,” ucapnya.

Sementara itu, saat akan dikonfirmasi terkait kejadian itu tidak ada petugas atau pihak RSUD Cianjur yang mau memberikan keterangan. (wan)

Comments

comments