Semua Tempat Hiburan di Cianjur Akan Ditutup

0
142

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur menegaskan dalam waktu dekat bakal menutup tempat hiburan dan panti pijat. Bahkan tempat hiburan yang sudah memiliki izin, nantinya tidak akan diperpanjang lagi.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, tempat hiburan dan panti pijat atau spa rawan menjadi tempat kemaksiatan serta prostitusi di dalamnya. Oleh karena itu, penertiban izin hingga penutupan dirasa perlu dilakukan. Dengan begitu, kemaksiatan di Tatar Santri bisa ditekan.

“Bioskop yang diduga sering dipakai untuk hal yang kurang baik dan terlalu dekat dengan tempat ibadah saja dicabut izin dan dihentikan operasionalnya, apalagi yang sudah dipastikan sering terjadi kemaksiatan. Kami akan berlaku adil dengan menutup semua tempat yang melanggar aturan dan tidak selaras dengan program yang ada,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (28 Desember 2017)

Dia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil razia yang digelar beberapa kali, belakangan ini, tempat hiburan dan panti pijat kerap menjadi tempat terjadinya prostitusi dan kemaksiatan. Dia menambahkan banyak dari tempat hiburan dan panti pijat di Cianjur yang liar, tanpa memiliki perizinan yang lengkap. Bahkan ada juga yang tidak memiliki satupun dokumen perizinan.

“Makanya ke depan bakal diagendakan untuk penutupan, diutamakan tempat hiburan dan panti pijat yang tidak berizin,” kata dia.

Menurutnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) akan diinstruksikan untuk tidak mengeluarkan izin tempat hiburan atau panti pijat. Sementara yang sudah ada tidak akan diperpanjang.

“Jadi kalau yang sudah ada, dibiarkan sampai habis, setelahnya ditutup karena tidak akan ada perpanjangan izin,” kata dia.

Tidak hanya itu, pemkab juga bakal mengawasi keberadaan vila di Cianjur. Diduga vila juga dijadikan umtuk melakukan tindakan prostitusi. “Semuanya akan kami awasi, kalau perlu ada razia terus menerus supaya tidak ada lagi vila dijadikan tempat maksiat,” kata dia.

Herman mengatakan, kebijakan itu diambil untuk menjadikan Cianjur terhindar dari prostitusi dan kemaksiatan, apalagi pemkab memiliki program anti maksiat dalam 7 gerakan keagamaannya.

“Pokoknya kemaksiat di Cianjur harus diberantas, jangan sampai di Kota Santri terdapat banyak tempat maksiatnya,” kata dia. (isl)

Comments

comments