Kemacetan Dalam Kota Cianjur Semakin Parah

0
176

CIANJUR, patas.id – Pengendara mobil dan sepeda motor di Cianjur mengeluhkan kemacetan yang sering terjadi di Jalan Suroso dan ruas jalan penunjang lainnya di wilayah perkotaan. Pasalnya, kemacetan tersebut menghambat aktivitas warga.
Yunandar (28 tahun) salah seorang pengendara mengaku kemacetan di Jalan Suroso dan jalan lain yang berhubungan sudah sangat parah, apalagi jika Kamis pagi dimana ada pasar mingguan di pertigaan Jalan Ir H Djuanda dengan Jalan Otista.

“Dari perempatan bawah sampai pertigaan atas saja harus setengah jam lebih. Hari-hari biasa juga macet, kalau Kamis memang diperparah adanya pasar mingguan,” kata dia, Kamis (28 Desember 2017).

Hal itupun diperparah dengan kurangnya petugas yang mengatur lalu lintas di setiap persimpangan. Akibatnya, pengendara saling menutup arus dari arah berlawanan.

Dia pung mengharapkan pemerintah segera menerapkan rekayasa baru untuk lalu lintas di wilayah perkotaan. Jika tidak, kemacetan akan terus terjadi dan menggangu aktivitas pengendara, terlebih dengan adanya penyempitan jalan akibat penataan trotoar.

“Kalau memang sudah punya solusi, lebih baik segera diterapkan. Soalnya jadi sulit bepergian, apalagi kalau ada perlu mendesak, jadi terlambat karena macet,” katanya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk wilayah perkotaan, sehingga tidak akan lagi ada penumpukan kendaraan dan kemacetan. Rencanya, rekayasa lalu lintas tersebut bakal diterapkan pada awal Januari 2018.

“Karena sekarang momennya libur panjang, jadi baru diterapkan pada 2018. Kami sudah siapkan segalanya, termasuk penataan trayek angkutan umum,” kata dia.

Terkait pasar mingguan, Herman mengaku bakal menata supaya tidak sampai ke trotoar atau mengganggu arus lalu lintas. “Itu nanti jadi sarana wisata religi juga, ditertibkan tidak, tapi akan ditata. Yang sampai ke jalan utama akan ditertibkan,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments