Nenek Umi Berhasil Mencapai Puncak Gunung Padang

0
74

CIANJUR, patas.id – Usia yang sudah mendekati satu abad dengan kondisi tubuh mulai membungkuk ternyata tak menjadi halangan bagi Nenek Umi (89 tahun) untuk berkunjung ke Situs Megalitikum Gunung Padang. Rasa penasarannya terhadap destinasi wisata prasejarah di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur itu membuat dia mampu naik ke puncak situs bersama seorang cucunya.
Tak ayal, kedatangan nenek asal Kecamatan Warungkondang tersebut menjadi perhatian pengunjung lain. Bagaimana tidak, tubuh yang sudah rentan tersebut masih mampu naik ke situs yang bahkan banyak anak muda hingga dewasa pun kelelahan dan berhenti beberapa kali untuk bisa sampai ke puncak situs.

Bahkan tidak terlihat wajah kelelahan setelah Umi, demikian dia biasa disapa, harus naik ratusan anak tangga yang dilalui ya untuk sampai ke puncak.

Umi mengaku sengaja datang ke Gunung Padang karena penasaran hanya melihat di televisi dan mendengar cerita dari cucu dan cicitnya. Apalagi sudah banyak wisatawan yang datang, mulai dari luar kota hingga mancanegara.

“Nenek penasaran karena letak Gunung Padang hanya beberapa puluh menit dari kampung kami di Warungkondang. Akhirnya bisa sampai juga ke Gunung Padang, melihat ciptaan Sang Maha Kuasa yang katanya sudah mendunia,” katanya kepada wartawan, Selasa (26 Desember 2017).

Dia pun berencana untuk kembali ke Situs Gunung Padang bersama ibu-ibu di tempat pengajiannya. “Nanti mah mau sama ibu-ibu pengajian. Umi saja masih bisa, masa yang lain tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Juru Pelihara Situs Gunung Padang, Nanang Sukmana, mengatakan, selama libur panjang Natal dan Tahun Baru, setiap hari ada lima ratusan pengunjung memadati Situs Gunung Padang.

“Selama libur panjang Natal dan Tahun Baru jumlah pengunjung cukup meningkat dibandingkan hari libur akhir pekan biasa dengan jumlah pengunjung mencapai 300 sampai 500 orang per hari,” kata dia.

Nanang menambahkan, pihaknya memperkirakan angka kunjungan akan terus meningkat hingga pergantian tahun tepatnya menjelang habisnya libur panjang sekolah. Seiring meningkatnya wisatawan yang datang, juru pelihara diturunkan secara bergantian.

“Mereka bertugas mengimbau wisatawan yang datang untuk tidak naik dan duduk atau merusak situs. Karena selama ini, banyak wisatawan yang kurang memperhatikan di mana mereka berhenti untuk berswafoto atau istirahat,” katanya. (isl)

Comments

comments