Buka Munaslub, Jokowi Kritik Bahwa Ada Grup-grupan di Partai Golkar

0
104

JAKARTA, patas.id – Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pembukaan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar malam ini di Balai Sidang JCC, Jakarta, Senin (18 Desember 2017). Jokowi-JK kompak datang dengan mengenakan batik. Kedatangan mereka didampingi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemandu acara Munaslub Partai Golkar mempersilahkan Presiden dan tamu undangan untuk duduk kembali.

“Bapak Presiden, dan tamu undangan dipersilakan duduk kembali, sedangkan untuk para kader Partai Golkar mohon tetap berdiri”, ujar pemandu acara saat akan memasuki lagu Hymne Partai Golkar.

Kemudian Ketua Umum PDIP, Ketua Umum PAN, Sekjen Partai Demokrat serta beberapa undangan kembai duduk, namun ternyata Presiden RI Joko Widodo memilih tetap berdiri dengan khidmat saat ikrar dan hymne Partai Golkar dilantunkan.

Nurdin Halid sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Munaslub mengapresiasi tindakan presiden. “Ketika Ikrar dan Hymne Partai Golkar, beliau tidak duduk, ini namanya toleransi”, ujar Nurdin Halid saat memberikan laporan panitia disambut gegap gempita tepuk tangan hadirin.

Kehadiran Jokowi dalam pembukaan Munaslub Partai Golkar mendapat sambutan meriah dari kader Partai Golkar yang memenuhi ruangan.

Pidato Presiden Joko Widodo pun diapresiasi seluruh yang hadir. Gaya bicaranya yang khas mendapat banyak aplaus peserta dan peninjau Munaslub Partai Golkar, begitu pula saat Jokowi menyebut banyak grup besar di Partai Golkar.

Jokowi mengaku mengamati Partai Golkar dari jauh dan ada grup-grup besar yang menjadi kubu di tubuh partai beringin. Jokowi bahkan mengabsen grup yang dimaksudnya.

“Pak Jusuf Kalla, ada grupnya. Pak Aburizal Bakri ada grupnya. Pa Luhut, diem-diem juga ada grupnya. Pak Akbar Tanjung, ada grupnya. Pak Agung Laksono juga ada grupnya”, ujar Jokowi saat membuka Munaslub Partai Golkar JCC (Jakarta Convention Center), Jakarta, Senin (18 Desember 2017).

Setiap Jokowi menyebut grup-grup besar tersebut tepuk tangan hadirin menggema di ruangan JCC Hall, mereka yang disebut oleh Jokowi pun nampak tertawa.

Menurut Jokowi kalau grup-grup besar tersebut bersatu maka akan lebih baik apalagi hendak memasuki tahun politik. “Jika Partai Golkar di internal gaduh maka yang rugi bukan hanya Partai Golkar tapi perpolitikan di Indonesia juga rugi,” tuturnya. (daz/*)

Comments

comments