Pelaku Kasus Saracen Divonis 1 Tahun Penjara

0
143

CIANJUR, patas.id – Sri Rahayu Ningsih diputuskan bersalah atas dakwaan ujaran kebencian di media sosial dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Cianjur, Senin (18 Desember 2017). Namun rencananya Sri bakal mengajukan banding lantaran tak puas dengan putusan tersebut.

Dalam sidang yang digelar mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.15 WIB tersebut, berbagai pembelaan dari kuasa hukum dan saksi dari Sri Rahayu ditolak oleh majelis hakim.

Pada akhirnya, dia pun tetap diputuskan bersalah atas kejahatan sesuai dalam pasal 45 a ayat 1, junto ayat 2 UU RI nomor 19/2016 tentang perubahan UU11/2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Sri juga dinyatakan terbukti bersalah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi menimbulkan kebencian individu dan kelompok berkaitan Suku Agama Ras Antargolongan (SARA) sebanyak beberapa kali.

Akibatnya, Sri pun divonis hukuman selama 1 tahun penjara dengan denda Rp 20 juta. Jika tidak membayar denda, maka akan diganti dengan masa kurungan selama dua bulan.

Mendapatkan dakwaan tersebut Sri yang usai sidang dibawa ke mobil tahanan mengaku kecewa dan tidak menerima putusan tersebut. Dia pun dengan tegas bakal mengajukan banding.

“Saya tidak puas dengan putusan ini, saya langsung banding. Begitu sidang langsung ditinggal, saya tidak diberi kesempatan bicara pascasidang,” ucap Sri kepada wartawan.

Senada, kuasa hukum Sri Rahayu dari LBH Perempuan dan Anak Cianjur, Nadia Wikerahmawati‎, mengaku tidak puas dengan putusan pengadilan, sebab majelis hakim memutuskan tidak berbasis pada fakta persidangan dan hak asasi manusia.

“Dalam fakta persidangan alat bekerja bukan di Cianjur, melainkan di Depok dan Lampung. Itu ditarik ke Cianjur darimana aturannya. Jadi fakta persidangannya tidak ada, makanya kami akan banding,” tuturnya.

Di sisi lain, Kasi Intel Kejari Cianjur, Agus Haryono, menuturkan, atas putusan tersebut, diberi waktu 7 hari untuk menyatakan sikap. Dia pun mengaku akan pikir-pikir dengan putusan tersebut.

Menurut Agus, jika pihak Sri dan kuasa hukumnya melakukan banding, maka pihaknya akan melakukan kontra memori banding. Namun dia menambahkan, dari tuntutan 2 tahun penjara dengan denda Rp 20 juta subsider 2 bulan jika tak dibayarkan denda, putusan majelis hakim lebih rendah.

“Urusan banding itu hak terdakwa, kami akan pikir-pikir sekaligus laporan kepada pimpinan apakah menerima atau banding. Tapi memang putusannya lebih rendah dari tuntutan, ” katanya.

Sementara itu, ‎Humas Pengadilan Negeri Cianjur, Erlinawati, mengatakan, sesuai dengan hasil putusan, Sri Rahayu divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 20 juta subsider 2 bulan kurungan jika tidak membayar ganti rugi atau denda.

“Dalam putusan tersebut, majelis sudah mempertimbangkan dari berbagai aspek yang meringankan ataupun memberatkan dalam kasus ini,” tuturnya. (isl)

Comments

comments