Gempa Tasikmalaya, Satu Rumah di Cikadu Rusak Berat

0
93

CIANJUR, patas.id – Gempa bumi dengan kekuatan 7, 3 skala richter yang terpusat di Tasikmalaya, ternyata menimbulkan dampak kerusakan di Cianjur. Satu rumah warga di Kampung Koleberes Desa Cikadu Kecamatan Cikadu rusak akibat guncangan yang terjadi Jumat (15 Desember 2017) tengah malam tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai mengatakan, rumah yang rusak itu milik Cucun, dengan kondisi tembok samping rumah yang ambruk. Meskipun bangunan hancur, tidak ada korban jiwa di lokasi tersebut.

“Sejauh ini aman, setelah status waspada berakhir. Tapi warga harus tetap siaga dengan kondisi saat ini,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (16 Desember 2017).

Menurutnya, BPBD masih melakukan pemantau ti lokasi rawan longsor dan pergerakan tanah, sebab dikhawatirkan gempa tersebut memberikan dampak bencana lain di Cianjur. “Untuk laporan masuk, baru dari Cikadu. Daerah lainnya tidak ada, tapi akan terus kami pantau,” katanya.

Menurut dia, kawasan selatan Cianjur seperti Agrabinta dan Sindangbarang juga dalam kondisi yang relatif aman. Walaupun demikian, kedua kecamatan tersebut merupakan salah satu wilayah yang perlu diwaspadai, karena berpotensi terdampak gempa, salah satunya tsunami.

Rifai menjelaskan, untuk sementara ini warga yang berada di sekitar pantai sudah diminta untuk menjauh oleh pihak kecamatan. “Intinya dengan kondisi saat ini, warga harus tetap waspada. Terutama, mereka yang berada di lokasi rawan bencana dan pantai. Mereka yang berada di tempat potensi bencana, ada yang mengevakuasi diri ke rumah kerabat yang dinilai aman,” kata dia.

Di sisi lain, sebagian warga dan nelayan di Pantai Jayanti Kecamatan Cidaun yang sempat mengungsi ke dataran tinggi telah kembali ke kediaman masing-masing.

Setelah mengungsi sejak tengah malam hingga dini hari, para nelayan pun sudah beraktivitas seperti biasanya.

“Warga Kampung Jayanti mengungsi ke daerah Pasir Angin. Berbondong-bondong mengungsi setelah dapat peringatan,” kata tokoh nelayan Pantai Jayanti, Asep Samudera.

Asep mengatakan, hampir sebagian besar warga di kampung yang rawan tsunami mengungsi. Imbauan aparat setempat untuk mengungsi, kemudian dilakukan oleh hampir 70 persen warga Jayanti.

Namun saat ini, sebagian nelayan sudah kembali melaut. “Sebagian besar nelayan nekat melaut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka,” tuturnya. (isl)

Comments

comments