Tiga Pencuri Mesin Pertamini Dicokok Polisi

0
15

CIANJUR, patas.id – Sempat buron lebih kurang satu bulan, tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) akhirnya diciduk jajaran Unit Reskrim Polsek Karangtengah, Sabtu (9 Desember 2017) lalu. Ketiganya ditangkap di dua lokasi penangkapan berbeda.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi curat yang dilakukan ketiga pelaku, yaitu Ramdani (37 tahun) alias Cimoy, warga Kampung Tonjong, Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku, Agus (39 tahun) alias Abo, warga Kampung Babakan Lanjung, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, dan Ujang Irfan (33 tahun) alias Boncel, warga Kampung Cirata, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, itu terjadi di Perumahan Bumi Marhamah Jalan KH Saleh No B8 RT 001/RW 008, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Sabtu (28 Oktober 2017) lalu.

Ketiga pelaku mencuri sebuah mesin Pertamini yang biasa digunakan untuk menjual bahan bakar minyak (BBM) eceran. Aksi yang dilakukan para pelaku yaitu dengan memotong rantai yang digunakan untuk mengikat mesin Pertamini ke sebuah pohon dengan menggunakan sebilah tang dan linggis.

Kapolsek Karangtengah, Kompol Agus Jamaludin, mengungkapkan, penangkapan para pelaku itu berawal dari adanya laporan aksi curat yang menimpa salah seorang korban, yaitu M Nur Alamsyah, seorang penjual BBM eceran di wilayah hukum Polsek Karangtengah, pada Sabtu (28 Oktober 2017) lalu.

Dari hasil laporan itu, jelas Agus, jajarannya langsung melakukan penyelidikan. Tepatnya pada Sabtu (9 Desember 2017) sekitar pukul 15.00 WIB, pihaknya mendapatkan informasi terkait keberadan salah seorang pelaku, yaitu Ramdani alias Cimoy di wilayah Kecamatan Cikalongkulon.

“Dengan informasi itu, sekitar pukul 17.00 WIB pelaku Ramdani berhasil ditangkap di wilayah Cikalongkulon. Pada hari itu juga petugas langsung melakukan pengembangan dan kembali berhasil menangkap kedua pelaku lainnya, yaitu Agus dan Ujang Irfan di Kampung Cirata, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, sekitar pukul 18.30 WIB,” jelas Agus, kepada wartawan, Kamis (14 Desember 2017).

Agus menyebutkan, para pelaku diketahui menjual hasil kejahatannya itu ke wilayah Cilemat, Kecamatan Cikalongkulon. “Setelah berhasil menjalankan aksinya itu, para pelaku langsung menjual barang hasil kejahatannya itu ke wilayah Cikalongkulon seharga Rp 2 juta, dan hasil penjulannya mereka bagi rata,” ucapnya.

Akibat dari aksi curat yang dilakukan ketiga pelaku itu, kata Agus, korban mengalami kerugian materi lebih kurang Rp 5,7 juta.

“Kini para pelaku mendekam di sel tahanan Mapolsek Karangtengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku yang sudah ditetapkan jadi tersangka ini dikenakan pasal 363 (1) KUHP dengan ancaman  kurungan penjara selama tujuh tahun,” katanya. (wan)

Comments

comments