Hindari Penularan, Wartawan di Cianjur Diimunisasi Difteri

0
21

CIANJUR, patas.id – Belasan wartawan cetak dan elektronik di Kabupaten Cianjur melakukan suntik vaksin difteri, Rabu (13 Desember 2017). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tertularnya wartawan di Tatar Santri dari penyakit tersebut.

Para jurnalis tersebut menjalani vaksinasi di klinik Neneng Efa Fatimah yang tidak lain merupakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur di Jalan Hasyim Asy’arie Kelurahan Solokpandan Kecamatan Cianjur.

Angga Purwanda, salah seorang jurnalis media cetak lokal Cianjur, mengatakan, para wartawan tersebut mengikuti vaksinasi setelah dianjurkan oleh petugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Terlebih belakangan ini, para awak media tengah gencar melakukan peliputan kasus difteri.

“Ini sebagai langkah antisipasi, mengingat wartawan di Cianjur melakukan peliputan dengan korban dan keluarga korban difteri. Kebetulan, dari pihak medis yang juga kabid di dinkes terbuka dan memfasilitasi wartawan untuk divaksin,” kata dia di sela kegiatan vaksin.

Menurutnya, tidak jarang wartawan yang kurang mengantisipasi atau menjaga diri dari dampak liputan, oleh karena itu wartawan di Cianjur mulai didorong untuk sadar mencegah kemungkinan buruk tersebut.

“Makanya ketika ada kesempatan ini kami langsung mengiyakan, setidaknya bisa mencegah penularan setelah melakukan kontak dengan keluarga atau melakukan peliputan di lingkungan korban difteri,” kata dia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Neneng Efa Fatimah, mengatakan, pemberian fasilitas tersebut dilakukan untuk menjalin komunikasi baik dengan jurnalis serta menjadikan jurnalis di Cianjur sebagai contoh baik dalam meningkatkan kesehatan.

“Tentunya ini jadi langkah baik, jurnalis menjadi contoh dan penggerak warga untuk sadar vaksin. Terutama untuk anak-anaknya. Mereka yang berada di lingkungan, dimana ditemukan difteri juga perlu, supaya mencegah penularan,” tuturnya.

Dia juga mengimbau warga meningkatkan kesadaran mengimunisasi anaknya secara lengkap. Dengan imunisasi, lanjut dia, penyakit berbahaya seperti difteri bisa diantisipasi. Pasalnya temuan difteri di tahun ini, didominasi dari wilayah yang warganya belum sadar imunisasi.

Bahkan menurutnya, masih ada yang menganggap bahwa vaksin atau imunisasi itu mengandung bahan yang tidak halal, padahal sudah dipastikan halal.

“Ini yang perlu kita dorong bersama, bagaimana terus menggenjot kesadaran imunisasi lengkap. Hanya ada kemungkinan kecil terjangkit atau tertularnya difteri jika sudah imunisasi lengkap, ” pungkasnya. (isl)

Comments

comments