Pilkades Serentak Harus Tuntas Sebelum Pilgub

0
196

CIANJUR, patas.id –  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)  Kabupaten Cianjur menargetkan sebelum pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)  Serentak 2018 sudah terlaksana dan dilakukan pelantikan.

Kepala DPMD Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan, mengatakan, ada sekitar 30 desa di Kabupaten Cianjur yang melaksanakan Pilkades Serentak 2018, yakni yang jabatan kepala desanya habis pada 2018.

“Berdasarkan Perbup, pelaksanaan pilkades serentak itu dilakukan dua tahun sekali di tahun genap. Yang masa jabatannya habis 2019 itu ditarik ke 2020, jadi yang tahun depan itu hanya yang sudah habis masa jabatannya di 2018,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, belum lama ini.

Tidak banyaknya desa yang menggelar Pilkades juga agar persiapan dan pengawasan pelaksanaan lebih mudah,  sehingga dapat sesuai jadwal. Pasalnya ditargetkan pada April 2018, para pemenang Pilkades bisa dilantik.

“Ditargetkan Januari itu sudah pembentukan panitia pelaksana,  dilanjutkan penjaringan calon dan persiapan lainnya. Maret itu sudah bisa muncul nama calon yang memenangkan Pilkades, jadi sebelum Ramadan dan sebelum Pilgub Jabar itu sudah tuntas,” kata dia.

Bahkan, menurutnya, mereka yang berkompetisi dalam Pilkades akan menjalankan komitmen siap menang dan siap kalah. Selain itu tidak melakukan gugatan serta tak menjalankan politik uang atau tindak kecurangan lainnya saat pelaksanaan Pilkades.

“Jadi tidak keluar dari jadwal yang telah ditentukan, makanya dibuat komitmen seperti itu. Semua pihak didorong untuk fair, panitia pun akan ditekankan lebih profesional,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk mengejar target tersebut, di akhir tahun ini persiapan pembentukan panitia pun dilakukan di masing-masing desa. Dengan begitu  Januari 2018 tidak ada keterlambatan pembentukan panitia.

Menurut Tedi, nantinya akan dijaring minimal dua calon dan maksimal lima calon kepala desa. Jika hanya ada calon tunggal, maka bakal dilakukan musyawarah di tingkat desa, untuk merumuskan apakah Pilkades tetap dilaksanakan atau diundur di pelaksanaan berikutnya. 

“Khusus jika ada calon tunggal, perlu ada musdes. Semua unsur dilibatkan untuk menentukan keputusan, apakah lanjut pelaksanaan atau dijabat Pjs (penjabat sementara) hingga pelaksanaan Pilkades serentak berikutnya. Pasalnya ada beberapa pertimbangan, termasuk kemungkinan dipilih oleh warga terhadap calon tunggal tersebut. Kami harap pelaksanaan Pilkades kali ini bisa berjalan lancar dan sesuai target,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments