BNN Razia Kos-kosan, Tiga Penghuni Positif Narkoba

0
8

CIANJUR, patas.id – Tiga orang diamankan lantaran positif menggunakan narkoba dan obat-obatan terlarang setelah menjalani tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur, Rabu (6 Desember 2017). 

Kegiatan tes urine itu dilakukan di sejumlah kos-kosan, baik di wilayah Cianjur kota hingga Cipanas, khususnya di spot yang diduga banyak terjadi penyalahgunaan narkoba.

Pelaksanaan kegaiatan yang langsung dilakukan oleh BNNP Jawa Barat didampingi BNNK Cianjur itupun tak ayal membuat penghuni kos-kosan yang didatangi kaget. Apalagi petugas langsung menggiring penghuni ke luar kamar kos dan mendaftar untuk antre menjalani tes urine.

Kepala BNNK Cianjur, Basuki, megatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda langsung dari BNNP, namun BNNK Cianjur dilibatkan untuk menentukan titik rawan penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan kos-kosan.

“Sekarang kos-kosan itu masih menjadi tempat yang ideal untuk menyalahgunakan narkoba, sebab pengawasannya yang rendah dari aparat setempat. Makanya diadakan oleh BNNP, tes urine mendadak ini,” ucap dia. 

Dia mengatakan, dari tiga orang yang diamankan, dua di antaranya positif mengkonsumsi benzodiazepine atau obat-obatan yang dilarang. Sementara satu lainnya positif narkoba. Tetapi, lanjut dia, dua orang pengkonsumsi benzo yang merupakan ibu dan anak tersebut berdalih obat tersebut untuk pengobatan.

“Meski dalihnya begitu, akan kami periksa dulu, terutama untuk resep dokternya. Kalau tidak ada, maka akan kami tindak lanjuti,” tuturnya.

Agus Dadang dari Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Barat, mengatakan, selain Cianjur, rencananya BNNP akan menggelar kegiatan serupa dengan nama Operasi Bersinar (Bersih Narkoba) dengan target di kos-kosan.

“Dari beberapa kabupaten/kota, tempat kos ini menjadi tempat yang rawan untuk penyalahgunaan narkoba atau obat terlarang. Pasalnya di sana ada pegawai tempat hiburan dan anak-anak muda yang jauh dari pengawasan orangtua. Makanya kami targetkan dulu di tempat kos,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah Cianjur, rencananya beberapa kabupaten/kota bakal didatangi untuk dilakukan hal serupa. “Pokoknya kami akan tindak peredaran di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat,” pungkasnya. (isl)