Ketua KONI Mundur Tanpa Pertanggungjawaban Anggaran

0
3

CIANJUR, patas.id – Pengunduran diri Ketua KONI Kabupaten Cianjur, Durosid, Minggu (3 Desember 2017) lalu tak hanya menyisakan kebingungan bagi para atlet yang kini tengah menjalani babak kualifikasi Porda Jabar 2018. Namun juga bagi para pengurus yang mempertanyakan dengan tidak adanya laporan pertanggungjawaban yang diberikan oleh Durosid, terkait kinerja dan keuangan selama dirinya menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Cianjur periode 2017-2021.
Kepala Bidang Pusat Data KONI Kabupaten Cianjur, Eka Merdeka, mengungkapkan, pengunduran diri Durosid dari kursi Ketua KONI Kabupaten Cianjur, tak hanya mengecewakan atlet tetapi juga para pengurus.

Selain tak adanya komunikasi awal dengan para pengurus, jelas Eka, penguduran diri Durosid juga menyisakan pertanyaan dengan tidak adanya laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang diberikan oleh Durosid.

“Kami kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh Pak Durosid. Sebab, undangan yang kami terima pada saat itu agendanya bukan pengunduran diri, tetapi membahas persiapan babak kualifikasi sejumlah cabang olahraga (cabor) jelang Porda 2018 mendatang. Jelas ini tak gentelman ,” kata Eka, kepada wartawan, Selasa (5 Desember 2017).

“Seharusnya, jika memang yang bersangkutan berniat untuk mengundurkan diri, lakukan dulu komunikasi dengan kami sebagai pengurus atau perwakilan setiap cabor yang ada. Jangan seenaknya saja menggundurkan diri, masih ada yang harus dipertanggungjawabkan kepada pengurus dan cabor,” sambung pria yang akrab di sapa Caca itu.

Eka meminta, Durosid agar segera menyelesaikan dan memberikan laporan pertanggungjawaban kepada para pengurus dan cabor, terutama dalam hal penggunaan anggaran yang telah digelontorkan Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk KONI.

“Berikan kami LPJ yang jelas, agar semuanya menjadi tuntas. Karena, selama ini kami (pengurus) tak pernah dilibatkan dalam pembahasan atau penggunaan anggaran dari pemkab tersebut. Padahal nilainya cukup besar, yaitu Rp 500 juta,” ucapnya.

Sebelumnya, mundurnya Durosid, membuat sejumlah atlet yang akan berlaga pada babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar 2018 kebingungan.

Seperti yang diungkapkan, Pelatih Kepala Cabang Olahraga Judo, Novi Yulianti Hartono. Kabar pengunduran diri Durosid membuat para atletnya terkejut, mengingat persiapan mereka sudah setengah jalan di babak kualifikasi.

”Ketika dapat kabar soal pengunduran diri ketua, enggak tahu harus ngomong apa. Dan hal itu, untuk judo pasti ada dampaknya. Apalagi, karena judo itu salah satu olahraga yang perlu dapat perhatian lebih,” kata Novi.

Menurut Novi, mundurnya Ketua KONI yang baru dilantik pada 2017 itu, cukup membuat atlet judo kehilangan arah dan fokus. Pasalnya, beberapa waktu lalu, pertukaran informasi antara atlet dan Durosid masih berjalan dengan baik. Terakhir kali, Novi telah memaparkan kebutuhan para atlet sebelum berangkat menjalani kualifikasi.

Novi menjelaskan, judo merupakan olahraga yang sejauh ini mampu menyumbang cukup banyak prestasi. Para atlet junior dan senior mampu mempersembahkan medali, ia mengklaim atletnya berhasil berlaga dan menjadi juara umum atau nasional.

”Jadi kami memang butuh perhatian lebih, apalagi kebutuhan kami juga terbilang banyak di cabang olahraga ini. Judo membutuhkan banyak stamina, vitamin, dan asupan-asupan lain sebagai olahraga yang powerfull,” jelasnya. (wan)