Cuaca Buruk, Pemilik Perahu Wisata Jangari Merugi

0
2

CIANJUR, patas.id – Cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir berpengaruh pada menurunnya pendapatan para pemilik perahu wisata di Waduk Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Hal ini terpantau dari informasi yang disampaikan pemilik perahu, Selasa (5 Desember 2017).

Pendapatan pemilik perahu wisata di Waduk Jangari anjlok dibandingkan dengan bulan sebelumnya karena para pengunjung takut berlayar untuk mengelilingi waduk.

Jajang (40 tahun), salah seorang pemilik perahu, mengatakan, pendapatan sewa perahu miliknya menurun hingga 50 persen dibandingkan saat kondisi cuaca cerah.

“Normalnya saya bisa mengantongi uang hasil sewa perahu sekitar Rp 300 ribu per hari. Sejak kondisi cuaca buruk saat ini, dalam satu hari hanya bisa dapat Rp150 ribu sampai Rp 200 ribu,” kata Jajang, kepada wartawan, Selasa (5 Desember 2017).

Jajang menuturkan, cuaca hujan disertai angin kencang terjadi sejak beberapa pekan terakhir ini. Padahal, tingkat kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing, terutama dari Timur Tengah cukup bagus.

“Kunjungan wisatawan cukup banyak, tapi mereka lebih memilih untuk menikmati kuliner dan sekedar foto-foto di pinggir waduk. Seharusnya, kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk meraup pendapatan dari sewa perahu,” tuturnya.

Kondisi serupa dialami Saep (27 tahun), pemilik perahu wisata lainnya. Dia mengungkapkan bahwa sudah dua hari terakhir ini tidak mendapatkan sewa.

“Sudah dua hari ini saya tak dapat sewa penumpang. Pengunjung tak berminat untuk berkeliling menggunakan perahu, mungkin karena kondisi cuaca yang buruk,” ujar Saep.

Sementara itu, Wakil Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Pariwisata (Kompepar) Jangari, Hendrawan, mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan, pihaknya mengimbau para nelayan untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.

“Kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi, terkadang cerah terkadang buruk yang disertai dengan angin kencang. Kami minta nelayan waspada saat melakukan aktivitas di perairan,” kata Hendrawan.

Dia mengungkapkan, kondisi hujan disertai angin kencang yang terjadi di perairan sangat berpotensi menenggelamkan perahu nelayan.

”Tidak hanya para nelayan dan pemilik perahu. Bagi para pemilik jaring apung juga kami ingatkan agar mewaspadai cuaca. Kami menyarankan untuk tidak beraktivitas saat cuaca mendung disertai angin kencang,” ucapnya. (wan)