Bangunan MI Ambruk Tertimpa Pohon Tumbang, Ratusan Siswa Terancam Tak Bisa Ikut Ujian

0
8

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 103 siswa MI Tarbiatul Alfal dan 62 siswa sekolah kelas jauh kehilangan tempat belajar mereka. Pasalnya bangunan MI yang berada di Kampung Pajagan RT 03/RW 06 Desa Sukamanah Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur itu rusak berat setelah tertimpa pohon tumbang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pohon tumbang tersebut terjadi pada Jumat (1 Desember 2017) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Pohon besar yang berada tepat di samping sekolah, tiba-tiba roboh setelah diterjang angin kencang dan menimpa tiga lokal kelas di MI tersebut.

“Kalau batang pohonnya menimpa dua kelas sampai rusak parah, tapi rantingnya juga mengenai satu lokal lagi. Sehingga totalnya tiga lokal yang rusak,” ucap Yuyus Sugilar, tenaga pengajar di MI Tarbiatul Alfal saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (3 Desember 2017).

Pada saat kejadian, ungkap Yuyus, tengah berlangsung kegiatan belajar mengajar untuk siswa kelas jauh, sementara siswa MI sudah pulang terlebih dulu. Akibatnya, dua siswa dan seorang guru luka-luka, lantaran terkena material bangunan yang terimpa pohon.

“Ada yang terkena bagian bangunan dan mengalami luka-luka. Tapi akibatnya siswa lain jadi trauma,” ungkap tenaga pengajar olahraga tersebut.

Menurutnya, yang menjadi kekhawatiran para tenaga pengajar di MI tersebut, yakni ruang kelas yang tidak lagi bisa digunakan. Pasalnya dari tiga kelas yang ada, semuanya rusak. Jika dipaksakan menggunakan sarana yang tersisa, para siswa akan terancam sewaktu-waktu.

“Kelasnya memang hanya ada tiga, dan tiga-tiganya rusak tertimpa pohon. Untuk yang satu kelas memang kerusakan ringan, tapi kalau dipaksakan, kasihan siswa, berisiko tertimpa bangunan yang bisa roboh kapan saja,” tuturnya.

Yuyus mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengusahakan adanya tempat belajar sementara bagi para siswa. Bahkan bila perlu, lanjut dia, bakal dibuatkan tenda sementara bagi para siswa, sebab pada Senin (4 Desember 20170, mereka harus menjalani ujian akhir semester.

Oleh karena itu, kata Yuyus, pihaknya mengharapkan ada perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, supaya para siswa minimalnya bisa melaksanakan ujian dengan nyaman.

“Tadinya mau numpang di sekolah terdekat, tapi tidak ada. Jarak antara MI dengan sekolah lain itu jauh. Mau menggunakan rumah warga, tidak ada yang cukup. Kalau mungkin nanti sudah sangat darurat, kami bangunkan tenda darurat. Tapi tadi sudah dikomunikasikan dengan sejumlah pihak, termasuk Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur. Kami berharap segera ada solusi untuk para siswa,” kata dia.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Sapturo, mengaku sudah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur. Rencananya, Minggu siang, dia bersama perwakilan dari Kemenag bakal meninjau ke lokasi untuk mencarikan solusi terbaik bagi para siswa.

“MI kan ada di bawah kewenangan Kemenag, jadi tadi saya sudah komunikasi. Saya minta ada penanganan secepatnya, apalagi para siswa mau melaksanakan ujian. Hari ini saya akan tinjau ke lokasi, supaya penanganannya bisa lebih tepat,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, mengaku prihatin setelah mendapat laporan adanya sekolah yang rusak karena tertimpa pohon tumbang. Dia mengaku sudah menginstruksikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Cianjur untuk segera menindaklanjuti peristiwa tersebut.

“Semalam ada laporan akibat cuaca ekstrem ada pohon tumbang menimpa bangunan sekolah. Sekarang sedang ditindaklanjuti untuk dicari solusi oleh Pak H. Sapturo, Ketua Fraksi Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, utamanya proses belajar mengajar para siswa dapat berlangsung. Apalagi akan menghadapi jadwal ujian akhir semester,” ujar Mulyana. (isl)