Tiang Listrik Roboh, Beberapa Kecamatan di Cianjur Selatan Gelap Gulita

0
8

CIANJUR, patas.id – Warga di sejumlah kecamatan di wilayah Cianjur selatan harus beraktivitas tanpa listrik selama lebih kurang dua hari terakhir. Angin kencang membuat tiang listrik roboh, sehingga alirannya terputus.

Abdul Gofur (25 tahun), salah seorang warga di Desa Buniwangi Kecamatan Pagelaran, mengatakan, sudah dua hari listrik ke daerahnya padam. Hal itu membuat aktivitas yang membutuhkan daya listrik menjadi terhambat.

“Iya, sudah dua hari listrik padam. Hingga Sabtu (2 Desember 2017) sore juga belum menyala,” kata dia saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (2 Desember 2017).

Menurutnya, untuk menonton TV, menggunakan mesin cuci, dan lainnya, warga sudah tidak bisa. Namun menurutnya, yang menjadi keluhan warga adalah putusnya akses komunikasi, karena telepon seluler dan media sosial warga mati lantaran tidak adanya listrik.

“Saya juga ini bisa isi batere karena kerja di salah satu layanan kesehatan, karena di sini pakai genset. Kalaupun bisa menyala, tetap saja susah komunikasi. Soalnya sinyal mati. Paling yang bisa komunikasi secara online, itu juga kalau ada wifi,” ungkapnya.

Menurutnya, matinya listrik diakibatkan sejumlah tihang yang tumbang sehingga alirannya terputus. Dia berharap, pihak PLN bisa segera memperbaiki jaringan listrik, supaya aktivitas warga tidak terganggu.

“Infonya ada tiang yang putus di Sukanagara, jadi listrik padam. Kalau dari warga dan pelanggan PLN, diharapkan bisa segera diperbaiki. Soalnya warga jadi susah aktivitas, dan paling penting untuk komunikasi,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, putusnya aliran listrik juga mengakibatkan beberapa kecamatan, seperti Cibinong, Tanggeung, dan Takokak juga sempat padam. Namun untuk Kecamatan Takokak listrik sudah kembali normal pada Sabtu pagi, sementara kecamatan lainnya masih belum normal.

Sementara itu, Humas PT PLN APJ Cianjur, Deetje Mardijah, mengakui, banyak tiang milik PLN yang tumbang akibat terjangan angin kencang serta tertimpa pohon, khususnya di wilayah Cianjur selatan.

“Memang cukup banyak, ada yang tertimpa pohon sampai kabelnya putus hingga tiangnya patah. Untuk jumlahnya masih belum bisa dipastikan, karena cukup banyak,” ucap dia.

Menurutnya, pihak PLN sudah sering melakukan antisipasi dengan menebang batang atau pohon yang mengancam. Namun untuk kali ini, jaringan yang terputus berada di wilayah yang sulit terjangkau, sehingga tak bisa terpantau setiap saat. 

Tetapi, pihaknya sudah melakukan penanganan. Bahkan tim dari PLN Cianjur sudah empat hari terakhir terus bekerja. Sayangnya, jumlah jaringan terputus yang cukup banyak membuat penanganannya membutuhkan waktu. Apalagi, material yang dibutuhkan harus diambil dari Kantor PLN Cianjur, tidak tersedia di setiap rayon.

“Pencegahan sudah, tapi ini diakibatkan oleh kondisi alam yang tidak bisa diduga. Makanya petugas segera melakukan perbaikan. Mereka juga sudah empat hari di lapangan, belum pulang. Soalnya, setelah selesai di satu titik, ternyata ada informasi yang masuk tiang patah hingga tumbang di titik lain,” ungkapnya.

Dia pun meminta maaf kalau aliran listrik tidak bisa terdistribusikan dengan normal untuk beberapa hari terakhir. Deetje juga tidak bisa memastikan durasi waktu hingga listrik normal, lantaran kondisi dan penanganan yang membutuhkan waktu cukup lama.

“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanannya, tapi kami akan berupaya agar sesegera mungkin jaringan listrik bisa normal lagi,” ungkapnya. (isl)