Cuaca Ekstrem, Wisatawan Jangan Piknik ke Tempat Wisata Air

0
115

CIANJUR, patas.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengimbau wisatawan lokal atau luar kota agar tidak mengunjungi destinasi wisata air. Pasalnya, kondisi cuaca dengan intensitas hujan dan angin kencang membuat wisata air sangat berisiko.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di sejumlah tempat wisata air untuk mengingatkan wisatawan lebih berhati-hati, tetapi dia sangat tidak merekomendasikan berwisata ke destinasi wisata air, hingga kondisi cuaca membaik.

“Kalaupun di momentum libur panjang ini masih ada yang datang ke pantai atau ke Jangari di Cianjur, jangan terlalu ke tengah, lebih baik di pinggir atau di bibir pantai. Risikonya tinggi kalau ke tengah,” katanya, Jumat (1 Desember 2017).

Dia mengaku belum menempatkan anggota atau relawan di tempat wisata air tersebut, sebab masih fokus pada penanganan bencana di sejumlah kecamatan. Namun pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola, aparat kecamatan dan desa serta aparat hukum setempat untuk melakukan pengawasan dan imbauan.

“Kita belum menempatkan anggota atau relawan dan mendirikan posko karena pengelola tempat wisata biasanya sudah melakukan antisipasi dengan melarang wisatawan mendekat ke bibir pantai atau danau guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Rifai menambahkan, hujan deras yang terjadi belakangan ini juga membuat akses menuju salah satu pantai di Cianjur tertutup, terlebih untuk kendaraan roda empat. “Jalan ke Pantai Apra ada yang tertutup material longsoran. Kalau sepeda motor masih bisa melintas, sementara mobil sudah tidak bisa. Makanya kami imbau agar tidak ke pantai dulu, atau wisata air lainnya,” ungkap dia.

Di sisi lain, terkait penanganan bencana yang menimpa sejumlah wilayah di selatan Cianjur, pihaknya telah menempatkan relawan untuk mengawasi dan melakukan evakuasi ketika bencana alam susulan terjadi di wilayahnya masing-masing.

“Semua titik dan zona merah bencana menjadi fokus kami, namun beberapa titik yang menjadi langganan tahunan mendapat perhatian lebih karena bencana alam banjir dan longsor dapat kapan saja terjadi,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau warga di seluruh wilayah Cianjur, untuk waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda akan terjadi bencana di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

“Terutama warga di 7 kecamatan yang sudah terjadi bencana dan rumahnya terancam. Lebih baik mengungsi untuk menghindari adanya korban luka, apalagi meninggal dunia, sebab bencana bisa terjadi kapan saja,” ucapnya. (isl)

Comments

comments