Desa Gekbrong Siap Kembangkan Wisata Kopi

0
6

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, bekerja sama dengan PT Tirta Investama yang membawahi pabrik air mineral dalam kemasan (AMDK) Aqua Danone Cianjur sedang mengembangkan tanaman kopi untuk meningkatkan perekonomian warga.
Kepala Desa Gekbrong, Dadang Hikmat, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk pemilik lahan yang akan dijadikan lokasi penanaman kopi milik PTPN VIII di Kampung Tabrik, Desa Gekbrong.

Menurut Dadang, rencana melakukan penanaman kopi tersebut dilakukan setelah adanya penelitian bersama Aqua Group yang selama ini menjadi mitra dan pembina warga sekitar untuk mengembangkan berbagai tanaman yang memiliki daya jual tinggi seperti sayur organik, beras organik dan tanaman lainnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak TNGGP, PTPN dan warga untuk segera menanam kopi di atas bukit yang saat ini sudah tidak ditanami teh oleh pihak PTPN. Lahan tersebut sanggat potensial untuk dijadikan lahan kopi,” kata Dadang, Rabu (29 November 2017).

Dia menjelaskan, dengan penanaman kopi tersebut diharapakan dapat menambah jenis tanaman potensial di kawasan Kampung Tabrik yang dapat dijadikan kampung agrowisata, sehingga lebih menarik wisatawan untuk datang sambil menikmati kopi di tempatnya langsung.

Selama ini, tambah dia, banyak wisatawan yang datang ke daerah penghasil kopi, namun tidak menikmati langsung kopi yang ditanam di wilayah tersebut. Sehingga ke depan di Kampung Tabrik akan dibuatkan tempat untuk wisatawan menikmati kopi langsung. 

“Mungkin ini konsep yang belum ada, ketika wisatawan datang ke kebun kopi, dapat langsung memetik dan menyeduh kopi yang dihasilkan langsung di tempatnya. Banyak cerita teman dan kerabat yang sengaja datang ke wilayah penghasil kopi, tapi disuguhi kopi saset,” katanya.

Sementara itu, Kordinator CSR Pabrik Aqua Danone Cianjur, Jarot Partoyo, mengatakan, pihaknya mendukung penuh keingina pihak desa dan warga untuk mengembangkan tanaman kopi di wilayah tersebut, sehingga dapat menambah jenis tanaman dan penghasilan warga sekitar.

Selama ini, ungkap dia, perusahaan air minum kemasan itu, telah melakukan pembinaan dengan cara mengalihkan pola tanam pertanian warga sekitar yang lebih banyak mengunakan pestisida dengan nilai jual standar.

“Kami selalu melakukan pembinaan terhadap warga di sekitar pabrik untuk lebih baik mulai dari cara tanam, pengunaan obat hingga jenis tanaman yang hasilnya cukup menjanjikan seperti paprika dan sayur organik. Saat ini warga berharap mengembangkan tanaman kopi,” katanya.

Menurut Jarot, pihaknya membantu dengan melakukan sejumlah penelitian bersama, apakah lahan tersebut layak dijadikan lokasi penanaman kopi atau tidak. “Untuk ketinggian sudah cocok untuk ditanam kopi jenis apapun, namun warga memilih robusta,” katanya. (daz)