Lima Warga China Ditangkap jadi Pekerja Ilegal di Cianjur

0
186

CIANJUR, patas.id – Lima Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal diamankan Tim Pengawasan Orang Asing Kabupaten Cianjur perusahaan tambang PT Setjava Globalindo yang bergerak di bidang usaha penambangan galena di Kecamatan CikalongKulon, Selasa (28 November 2017) siang.

Kelima WNA asal Republik Rakyat China (RRC) tersebut tidak memiliki dokumen resmi untuk bekerja. Bahkan dua di antaranya tidak bisa menunjukan paspor, sementara tiga lainnya menyalahi izin tinggal dimana dokumennya berupa visa kunjungan.

“Temuan ini berdasarkan hasil penyelidikan atas banyaknya informasi yang masuk bahwa ada TKA ilegal di Cianjur, tepatnya di Cikalongkulon. Setelah dilakukan sidak oleh Tim Pora yang dipimpin Kantor Imigrasi Sukabumi, didapati ada lima orang TKA ilegal,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi, Hasrullah, usai melakukan sidak ke sejumlah perusahaan di Cianjur, Selasa (28 November 2017).

Menurutnya, sidak itu dilakukan bersama sejumlah pihak, mulai dari Kodim 0608 Cianjur, Polres Cianjur, Badan Kesbangpol Kabupaten Cianjur, Disnakertrans Kabupaten Cianjur, dan Kejaksaan Negeri Cianjur. “Ini juga merupakan operasi gabungan,” katanya.

Dia mengatakan, saat petugas datang, para TKA tersebut sempat mencoba kabur. Namun mereka berhasil ditangkap dan diamankan. Setelah diperiksa, seluruhnya menyalahi izin tinggal, dimana tiga TKA bisa menunjukan paspor tapi untuk visa tinggal sementara dua lainnya tidak bisa menunjukan dokumen.

“Jadi kami amankan kelima TKA asal RRC tersebut untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Imigrasi Sukabumi dan dilakukan pendalaman,” katanya.

Hasrullah mengaku belum bisa memastikan bagaimana para TKA tersebut bisa masuk dan bekerja di Cianjur, terutama yang tidak memiliki dokumen resmi. Dia bakal mendalami dengan mencari keterangan dari para TKA dan pihak perusahaan.

Ditanya sanksi bagi perusahaan yang mempekerjaan TKA ilegal, Hasrullah menyerahkan hal tersebut pada Pemkab Cianjur. “Kalau sanksi ke perusahaannya itu kewenangan Pemkab Cianjur,” katanya.

Namun dia mengungkapkan, diduga masih banyak TKA ilegal di Cianjur. Oleh karena itu, pihak imigrasi akan secara intens melakukan pengawasan bersama Tim Pora Kabupaten Cianjur, supaya TKA tidak bisa begitu saja masuk tanpa dokumen resmi.

“Kalau yang terdaftar sekarang ada 273 TKA di Cianjur. Untuk yang ilegal masih harus pendalaman, tapi diperkirakan masih ada,” katanya.

Sementara itu, Ujang, salah seorang karyawan PT Setjava Globalindo dimana para TKA ilegal itu bekerja mengungkapkan, mereka bekerja sebagai tenaga ahli agar para pekerja asal Cianjur bisa bekerja dengan baik. TKA itupun menurutnya sudah dua bulan bekerja di perusahaan tambang bahan dasar logam tersebut.

Namun dia tidak mau mengungkapkan alasan para TKA itu bisa bekerja di perusahaan tersebut tanpa dokumen resmi.

“Mereka itu mengajarkan pekerja lokal, bagaimana supaya caranya pintar. Kalau kebijakan penempatan itu dari Jakarta, saya hanya menjalankan dan mendampingi mereka ke Imigrasi,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments