Tembok Penahan Tebing RSUD Cimacan Ambrol

0
141

CIANJUR, patas.id – Tembok penahan tanah (TPT) gedung tiga lantai ruang operasi RSUD Cimacan, Cianjur, ambrol terkikis derasnya air sungai saat hujan deras menerjang kawasan tersebut. Berdasarkan pantauan, panjangnya tebing yang ambrol sekitar 18 meter. Bongkahan tebing membuat tanah di atasnya yang merupakan lantai dasar gedung ikut terseret membentuk patahan.

Longsoran tanah yang sudah terseret hanya ditutupi oleh terpal warna biru. Retakan tembok penahan tebing sudah terlihat dari jarak yang cukup jauh. Retakannya menganga dan di beberapa titik sudah membuat lobang yang cukup besar. Berdasarkan keterangan, tembok penahan tebing gedung RSUD Cimacan ini pembangunannya belum sampai setahun.

Tembok yang ambrol berada di gedung baru seberang gedung lama. Saat ini RSUD Cimacan sedang membangun kembali ruangan baru dan skywalk yang menghubungkan ruangan dengan ruangan. Belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Cimacan.

Seorang warga Cipanas, Ayi Sopiandi (36 tahun) mengatakan, ia sudah melihat ambrolnya tembok penahan tanah itu sejak beberapa hari lalu. Ia melihat tembok tersebut ambrol secara tak sengaja saat membeli bakso di samping RSUD Cimacan.

“Saya lihat longsoran tanah ditutupi terpal, dugaan agar longsoran tak bertambah besar saat diguyur hujan, namun tembok yang retak terlihat cukup jelas dari jarak yang cukup jauh,” kata Ayi.

Lokasi ambrolnya tembok penahan tanah ini masuk ke dalam wilayah Desa Palasari. Sementara aliran sungai yang mengalir di bawahnya merupakan terusan Sungai Cisarua. Sekilas dari tempat parkir gedung baru, lokasi ambrolnya tembok tidak akan terlihat karena berada di bagian belakang samping gedung. Saat didatangi, manajemen RSUD Cimacan belum bersedia untuk memberikan keterangan secara resmi.

“Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan, nanti kami akan mendatangkan tim teknis,” ujar Kasubag Tata Usaha RSUD Cimacan, Hendrawan.

Sementara itu dari keterangan yang berhasil dihimpun, belum ada laporan kerusakan di gedung tiga lantai RSUD Cimacan tersebut. Peristiwa ambrolnya tebing penahan tembok terjadi Minggu (19 November 2017) saat hujan deras melanda kawasan tersebut. Gedung tiga lantai tersebut terdiri dari lantai pertama merupakan ruangan sterilisasi peralatan medis, lantai kedua ruangan radiologi, laboratorium, dan rekam medik, lalu ruangan ketiga merupakan ruangan operasi bedah umum dan kebidanan.

“Belum ada laporan kerusakan sejak tebing penahan tembok itu ambrol,” ujar seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya. (daz)

Comments

comments