Korban Longsor Naringgul Butuh Bantuan Pakaian

0
176

CIANJUR, patas.id – Warga korban pergerakan tanah di Kampung Awi Sewu, Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, mulai kekurangan pakaian. Pasalnya sebagian besar tak berani lagi kembali ke rumah karena khawatir ada longsor susulan. Laporan kekurangan pakaian sudah disampaikan kepada BPBD Kabupaten Cianjur. Sementara untuk bantuan logistik kepada korban pergerakan tanah kabarnya sudah disalurkan.

Upit, warga Kampung Au Sewu, mengatakan, sebagian warga memang masih mengungsi karena takut ada longsoran susulan. “Sebagian warga saat ini masih mengungsi,” kata Upit melalui sambungan telepon, Jumat (24 November 2017).

Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, membenarkan bahwa korban pergerakan tanah di Naringgul saat ini membutuhkan pakaian. Ia mengatakan bahwa pemerintah sudah menyalurkan bantuan logistik. “Kami sudah menyalurkan bantuan logistik untuk korban pergerakan tanah di Naringgul. Ada kabar mereka kekurangan pakaian,” ujar Irvan. 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 keluarga mengungsi ke rumah kerabatnya lantaran terkena dampak longsor dan pergerakan tanah di Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul. Selain itu, lebih dari seratus rumah terancam bencana tersebut. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur,  Ahmad Rifai Azhari mengatakan,  bencana longsor dan pergerakan tanah di desa tersebut pertama terjadi pada Sabtu (18 November 2017) berupa longsoran yang mengakibatkan pekarangan rumah serta kandang ternak milik warga tertimbun. 

Sementara itu untuk penanganan bencana bahu jembatan Sungai Cibuni yang ambles di Kadupandak, Bupati Cianjur mengatakan, pihaknya telah membangun jembatan darurat bailey agar kendaraan tetap bisa melintas. Pihaknya, kata dia, menganggarkan Rp 700 juta untuk pembangunan jembatan tersebut. “Sudah kami bangun jembatan darurat, nanti akan dibangun dengan anggaran Rp 700 juta untuk perbaikan,” ujarnya. 

Diketahui bahwa bahu jembatan Sungai Cibuni yang menghubungkan Kecamatan Kadupandak dengan Kecamatan Cijati saat ini kondisinya bertambah parah.  Akibatnya aktivitas warga terlambat,  lantaran kendaraan roda empat, apalagi mobil besar tidak bisa melintas. 

Bahu jembatan ambles sedalam dua meter akibat hujan deras yang menerjang kawasan tersebut sejak Sabtu (18 November 2017). Saat ini hanya sepeda motor dan kendaraan kecil yang melintas di kawasan tersebut. Di lokasi amblesnya bahu jembatan sudah dipasangi garis polisi dan hanya menyisakan sekitar 1,5 meter lagi jalan yang beraspal.

Dari keterangan sisa 1,5 meter jalan yang beraspal tersebut di bagian bawahnya juga sudah mulai tergerus air dan berlubang. (daz)

Comments

comments