Kasus Korupsi DAM Sudah Siap Disidangkan

0
142

CIANJUR, patas.id – Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cianjur, Agus Hariono, mengatakan bahwa berkas pemeriksaan tersangka DAM yang saat ini menjabat sebagai Camat Cilaku sudah lengkap dan layak diajukan ke persidangan. Tersangka DAM telah diminta keterangan selama dua kali di Kejaksaan Negeri Cianjur. 

“Penanganan perkara sudah layak diajukan ke persidangan, yang bersangkutan sudah kami minta keterangan. Nanti akan kami lihat apakah perlu memanggil lagi tersangka atau tidak,” ujar Agus saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Senin (20 November 2017).

Agus mengatakan bahwa pihak kejaksaan sudah memenuhi unsur dalam menentukan tersangka berdasarkan alat bukti. Ia mengatakan bahwa alat bukti yang dimiliki kejaksaan sudah cukup. “Sah-sah saja jika tersangka membela diri, karena keterangan yang ia berikan itu akan berlaku untuk dirinya sendiri,” katanya.

Agus mengatakan mekanisme dalam mengumpulkan alat bukti yang dilakukan adalah dengan mendengarkan keterangan saksi, mengumpulkan surat, dokumen, dan juga mendengarkan keterangan ahli.

“Dari alat bukti keterangan tersebut kemudian terbentuk alat bukti petunjuk. Alat bukti petunjuk ini mengarah kepada tersangka sebagai pelakunya,” katanya.

Ditemui di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, tersangka DAM membantah semua tuduhan yang ditujukan kepada dirinya. “Insyaallah tidak, saya ikuti proses hukumnya,” kata DAM.

Ia juga mengatakan telah memenuhi undangan Kejaksaan Negeri Cianjur pada pemanggilan kedua beberapa waktu lalu. Seperti dikabarkan sebelumnya DAM dikabarkan mangkir pada pemanggilan kedua pihak kejaksaan. “Saya penuhi undangan kejaksaan, saya datang menjelang sore,” kata DAM.

Ia mengatakan telah menyerahkan sepenuhnya urusan hukum kepada pengacaranya. “Iya saya sudah menunjuk pengacara, saya serahkan sepenuhnya kepada pengacara saya,” ujarnya.

Kejaksaan Negeri Cianjur menerbitkan surat penetapan tersangka terhadap DAM (43 tahun), mantan Kabag Dispora yang saat ini menjabat sebagai camat. Surat bernomor 2071 tersebut ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur Heru Widarmoko.

DAM ditetapkan jadi tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi pelaksanaan bantuan sosial melalui bidang keagamaan, pendidikan, dan olahraga yang bersumber dari APBD Kabupaten Cianjur tahun 2011 sebesar Rp 6.142.075.000. DAM saat itu menjabat sebagai Kabag Dispora Kabupaten Cianjur. (daz)

Comments

comments