Cianjur Lampaui Target Program Imunisasi Campak dan Rubella

0
176

CIANJUR, patas.id – Program Imunisasi Campak dan Rubella (MR) di Pulau Jawa yang digelar sejak Agustus hingga pertengahan Oktober 2017 berhasil melampaui target nasional.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Pusdatin Kemenkes), dalam dua bulan tersebut anak yang berhasil diimunisasi di Pulau Jawa mencapai 35.075.731 anak atau 100,3 persen, dari target awal yang ditetapkan, yaitu 34.964.397 anak.

Kepala Perwakilan UNICEF untuk Pulau Jawa, Arie Rukmantara, mengatakan, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan program berharga bagi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia ini. 

“Atas nama UNICEF, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya maksimal, all out, yang diperlihatkan oleh seluruh komponen masyarakat dalam memastikan anak-anaknya bebas campak dan rubella di masa depan,” ujar Arie Rukmantara kepada wartawan, Kamis (16 November 2017).

Pusdatin Kemenkes mengungkapkan, Provinsi Jawa Timur menjadi daerah yang capaian targetnya tertinggi, yaitu 106,2 persen, disusul Jawa Tengah 104,61 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 97,04 persen, DKI Jakarta 97,09 persen, Jawa Barat 95,67 persen, dan terakhir Provinsi Banten sebesar 95,23 persen. 

Menurut Arie, keterlibatan jurnalis kesehatan di  seluruh wilayah di Pulau Jawa,  juga dinilai sangat berperan memastikan Kampanye  Imunisasi MR sukses dilakukan. 

“Pelajaran berharga untuk kampanye imunisasi berikutnya ialah media harus dilibatkan sejak awal, dari planning sampai evaluasi,” tukas Arie.

‎Sementara itu, Kabupaten Cianjur sendiri dinilai menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang melaksanakan program vaksin Measles atau campak dan Rubella (MR) terbaik, dengan capaian 101,40 persen. Hal itupun menarik sejumlah pihak untuk melakukan studi banding.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Agus Haris, mengatakan, tercatat ada 616.961 orang penduduk Cianjur yang berada di rentang usia 9 bulan sampai sebelum 15 tahun menjadi sasaran imunisasi measles-rubela. 

Dari angka tersebut, selama pelaksanaan vaksin, capaian Cianjur berdasarkan data pemerintah pusat atas Badan Pusat Statistik (BPS) bisa di angka 101,40 persen, sementara berdasarkan hitungan daerah sebanyak 99 persen.

Capaian itupun ternyata bisa melampaui daerah penyangga ibu kotaseperti Bogor, Depok, dan Bekasi yang capaian targetnya masih rendah.

“Sebenarnya target itu 95 persen. Tapi ternyata kami bisa sampai 99 persen berdasarkan hitungan kami, sementara berdasarkan perhitungan pusat ternyata di atas 101 persen. Mungkin ada perbedaan data, namun yang jelas Cianjur sudah sukses melaksanakan vaksin,” ucapnya kepada wartawan, belum lama ini.

Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan lingkungan pendidikan. Apalagi lanjut dia, Cianjur dengan cakupan wilayah yang luas dan kondisi geografis yang berbeda menjadi kendala.

Terkadang, lanjut dia, petugas di lapangan harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan kondisi medan yang sulit untuk menjangkau target vaksinasi. Namun pengalaman yang sudah cukup panjang dengan beberapa program sebelumnya, membuat hal tersebut tak jadi kendala besar.

“Untuk anak yang memang sudah harus mendapatkan vaksin, tentu sudah tercapai. tapi ada juga yang tidak boleh divaksin, seperti anak yang terkena leukeumia, penyakit jantung, dan penyakit berat lainnya,” kata dia.

Dia mengungkapkan, tercapainya target pun membuat Cianjur tidak harus menggelar kembali vaksin pada Oktober mendatang. pasalnya berdasarkan rapat di tingkat provinsi, daerah yang kurang dari 95 persen harus menggelar vaksin tambahan.

Agus menambahkan, terlaksananya vaksin tersebut membuat Cianjur akan bebas campak dan rubela pada 2020 mendatang. meskipun masih ada yang terkena, dampaknya tidak akan membahayakan.

“Sepertihalnya folio, sudah sepuluh tahun terakhir tidak ada penyakit itu di Cianjur. Campak dan Rubela pun akan begitu, generasi ke depan akan terbebas dari kedua penyakit tersebut,” kata dia.

Kepala Markas PMI Kabupaten Cianjur, Hery Hidayat, mengatakan, sejak awal bulan pihaknya melakukan penyisiran ke tempat yang sering dijadikan penyinggahan para anak jalanan (anjal). Bahkan pada 27 Agustus 2017, pihaknya menapati ada 40 anak jalanan yang belum divanksin di wilayah Cipanas.

“Hari ini sekitar 40 anak yang kami vaksin, bertempat di Kantor pasar Cipanas,” kata dia.

Hery, menuturkan, program yang dijalankan PMI bersama Dinas Kesehatan tersebut diharapkan mampu menuntaqskan target pemerintah dalam mencegah penyebaran campak dan rubela. Dengan begitu, generasi yang akan datang dapat terbebas dari penyakit yang cukup berbahaya tersebut.

“Kamipun berupaya untuk memenuhi hak seluruh anak di Indonesia, tidak terkecuali anak jalan yang selama ini kerap termajinalkan,” ucapnya. (isl)

Comments

comments