Lagi, Satpol PP Gebuki Pedagang di Cianjur

0
157

CIANJUR, patas.id – Aksi kekerasan dilakukan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur terhadap sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Bojongmeron, Rabu (15 November 2017) sekitar pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan Informasi, aksi arogan dari para penegak peraturan daerah (Perda) itu merupakan kejadian yang kedua kali, setelah sebelumnya seorang pramuniaga sebuah toko souvernir juga menjadi korban pemukulan Satpol PP.

Akibat dari aksi kekerasan itu, sejumlah PKL harus mengalami luka memar di bagian tubuhnya. Bahkan, satu di antara korban sempat mengalami muntah-muntah akibat mendapatkan pukulan di bagian perut.

Wakil Ketua Karangtaruna Bojongmeron, Saepurohman, yang juga saksi mata, mengungkapkan, kejadian itu berawal saat petugas Satpol PP melakukan penertiban terhadap para PKL yang ada di kawasan itu.

Sejumlah pedagang yang tak terima barang dagangannya diamankan, mencoba untuk meminta kembali. Namun, sambung Rohman, tiba-tiba ada instruksi dari Satpol PP untuk langsung melakukan penyerangan terhadap para pedagang.

“Sempat ada intruksi ‘serang’ yang terlontar dari salah seorang anggota Satpol PP tersebut. Padahal, saat itu sejumlah pedangan sedang mencoba berkomunikasi dengan petugas, agar barang dagangannya tak diambil oleh petugas,” jelas Saepurohman, kepada wartawan, Rabu (15 November 2017).

Sementara Aay (54 tahun), salah seorang korban, mengaku saat kejadian ia hanya ingin melerai perselisihan antara PKL dengan petugas.

Namun, nahas bagi Aay, justru ia harus menjadi bulan-bulanan anggota Satpol PP hingga mengalami sejumlah luka memar di bagian pelipis.

“Sudah tidak manusiawi, mereka langsung saja memukuli saya. Ada beberapa luka, bahkan saya sempat mengalami muntah, karena dipukul dibagikan perut,” jelas Aay.

Aay mendesak Bupati Cianjur dan pihak kepolisian untuk menindak petugas tangan terlibat dalam aksi kekerasan itu.

“Saya ingin ada tindakan tegas dari Bupati Cianjur, jangan sampai kejadian ini kembali terulang. Hasil visum saya sudah ada, dan akan melakukan pelaporan ke polisi,” tegasnya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suheman, menjelaskan, kejadian itu berawal saat petugas Satpol PP menggelar patroli rutin untuk menertibkan pedagang kaki lima. Ketika melintas ke kawasan Bojongmeron, ditemukan adanya PKL yang masih berjualan. 

Oleh karena itu, petugas melakukan penertiban dengan mengangkut barang-barang atau lapak para PKL. Namun saat petugas lengah, ujar Herman, pedagang kembali mengambil barang-barangnya.

Saat hendak menertikan lagi, lanjut dia, datang sekelompok orang yang berdasarkan informasi bukan dari pihak pedagang. Setelah sempat cekcok, petugas dan kelompok itupun baku pukul hingga dari masing-masing pihak muncul korban.

“Setelah saya klarifikasi ke Satpol PP, informasinya begitu. Jadi ada pihak yang datang ketika penertiban. Setelah ditanya, Satpol PP tidak memukul duluan,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler. 

Herman mengatakan, dari pihaknya ada dua orang yang terkena pukulan, salah satunya petugas perempuan. Anggota itupun langsung dibawa ke rumah sakit untuk divisum dan membuat laporan kepada polisi. “Segera ditindaklanjuti, sudah divisum tadi,” katanya.

Herman menuturkan tidak menyalahkan pedagang atau petugas dengan adanya kejadian tersebut, pasalnya dia menilai hal itu terjadi akibat kelompok yang datang. 

Meski begitu, tambah dia, penertiban akan terus dilakukan. Apalagi sudah ada komitmen jika di wilayah perkotaan tidak boleh ada aktivitas perdagangan selayaknya pasar. Bahkan ke depan rencananya saat patroli bakal dilibatkan anggota polisi dan TNI.

“Kami kan sudah siapkan tempat di pasar induk, silakan isi. Pastinya kami akan tegas-tegasan untuk menertibkan PKL. Sudah ada koordinasi juga, supaya nanti didampingi polisi dan TNI saat patroli,” ucapnya.‎ (wan)

Comments

comments