Istilah Bupati Sepuh jadi Viral, Camat Cikalongkulon Tak Ambil Pusing

0
154

CIANJUR, patas.id – Surat edaran yang dikeluarkan Camat Cikalongkulon dengan kop resmi Kecamatan Cikalongkulon untuk ketua RT dan RW di wilayah tersebut menjadi viral di media sosial warga Cianjur. Pasalnya, dalam surat itu tercantum kata “Bupati Sepuh (Bupati Tua)” yang akan menghadiri kegiatan pembinaan RT dan RW.
Untuk diketahui, Bupati Sepuh tersebut merujuk pada Tjetjep Muchtar Soleh, yakni Bupati Cianjur sebelum Irvan Rivano Muchtar (Bupati Cianjur saat ini). Tjetjep yang kini menjadi Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Cianjur itu, sebelumnya menjabat sebagai bupati selama dua periode.

Surat yang kini menyebar di media sosial pun menjadi perhatian warga Cianjur. Warganet pun banyak memberikan komentar di setiap akun yang memposting surat resmi dari Kecamatan Cikalongkulon tersebut. Sebagian besar mempertanyakan maksud dari kata itu, sebab muncul anggapan jika Cianjur memiliki dua bupati dan kekuasaan dari mantan Bupati Cianjur itu tetap langgeng.

Dalam edaran itu, rencananya pembinaan akan dilakukan pada 7 November 2017 di Aula Desa Cinangsi Kecamatan Cikalongkulon. Sejumlah pejabat pun dikabarkan bakal hadir.

Ditanya terkait viralnya surat edaran itu, Camat Cikalongkulon, Nunung Rahmat, membenarkan pihaknya mengeluarkan surat yang tercantum Bupati Sepuh di dalamnya. “Muhun (iya, suratnya dikeluarkan Kecamatan Cikalongkulon, red),” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (3 Oktober 2017) malam.

Menurutnya, bupati sepuh hanya sebatas istilah yang digunakan, dan bukan berarti menjadikan Cianjur memiliki dua bupati. Bahkan menurutnya selain surat yang dikeluarkan pihaknya, surat dari kecamatan lain pun mencantumkan bupati sepuh di dalamnya.

“Itu hanya istilah, semuanya kan nyebut begitu (kepada Tjetjep Muchtar Soleh). Surat dari kecamatan lain juga mencantumkan Bupati Sepuh,” katanya.

Dia mengaku tidak begitu dipusingkan dengan padangan orang terkait surat edaran yang sudah disebarkan beberapa hari lalu. Apalagi, kegiatan itu merupakan bentuk pembinaan dan silaturahmi dari Tjetjep Muchtar Soleh, yang juga menjadi penggagas dana bantuan bagi RT dan RW.

“Mau melihat sisi mananya kan itu tergantung pandangan orang, tapi kan istilah itu memang digunakan semuanya dan sudah menganggap sebagai orangtua sendiri. Ini juga jadi silaturahmi dia, terlebih setelah sering sakit,” tuturnya.(isl)

Comments

comments