Mayat Tanpa Identitas Membusuk di Waduk Jangari

0
168

CIANJUR, patas.id – Mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di Kampung Kebon Coklat Desa Cikadangbayabang Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jumat (3 November 2017). Didugakan, mayat tersebut tenggelam dan terbawa arus selam sepekan, sebab sudah mengalami pembusukan hingga sulit untuk dikenali.

Petugas Forensik Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD Cianjur, Soni Irawan, mengatakan, mayat tersebut masuk ke IPJ sekitar pukul 11.00 WIB dengan diantar oleh PMI setempat.

“Berdasarkan informasi yang diterima, mayatnya ditemukan di muara sungai dan Waduk Jangari, tepatnya di Kampung Kebon Coklat,” ujar dia saat ditemui di ruangannya.

Menurutnya, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuhnya, sehingga diperkirakan laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu meninggal lantaran tenggelam dan terbawa arus air.

“Pemeriksaan luar sudah dilakukan dan tidak ditemukan ciri-ciri korban penganiayaan atau kekerasan. Tapi lebih pastinya nanti dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia.

Soni mengatakan, kondisi mayat yang sudah membusuk membuatnya tidak mudah dikenali. Namun ada pakaian yang bisa dijadikan tanda pengenal, seperti kemeja berbahan katun berwarna cream dengan gambar sepeda, kaos berwarna biru dengan logo NBA di dada kirinya.

“Diperkirakan mayat ini sudah sepekan dan mengalami pembusukan, sehingga sulit dikenali kecuali bisa dilihat dari pakaiannya. Kami harap, pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor,” tutur dia.

Di sisi lain, Soni mengungkapkan, memasuki musim hujan, penemuan mayat tanpa identitas, khususnya yang tenggelam di Waduk Jangari atau di sungai di Cianjur, cukup marak. Bahkan di Oktober 2017, ada enam mayat tanpa identitas yang masuk ke IPJ RSUD Cianjur.

Dijelaskan, mayat pertama ditemukan di Desa Sukaluyu Kecaamtan Sukaluyu, dimana gelandangan meninggal dunia dan ditemukan di sungai pada 8 Oktober 2017. Setelah itu dalam rentang 19 Oktober sampai 26 Oktober ditemukan empat mayat tanpa identitas di empat lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Mande, Haurwangi, Cilaku, dan Pacet.

Di penghujung bulan, mayat yang diduga korban hanyut kembali ditemukan, kali ini di Kecamatan Cugenang. Namun untuk mayat tersebut sudah diketahui identitasnya beberapa hari kemudian, setelah ada keluarga yang melapor.

“Semuanya ditemukan di sungai dan ada yang di Waduk Jangari. Di kondisi musim hujan ini memang banyak ditemukan mayat tanpa identitas di dekat perairan, rata-rata mereka korban hanyu,” ucapnya.

Soni menambahkan, mayat tanpa identitas tersebut biasanya akan disimpan di IPJ RSUD Cianjur selama sepekan. Jika tak kunjung ada keluarganya yang datang, maka pihaknya akan menguburkan di pemakaman khusus milik IPJ.

“Biasanya setelah sepekan, kemudian kami makamkan. Dari enam di Oktober lalu, lima di antaranya dimakamkan oleh kami. Untuk yang baru ditemukan hari ini, berarti akan ada waktu sepekan ke depan,” ucapnya. (isl)

Comments

comments