Serahkan Paspor, Mantan TKW Diiming-imingi Kompensasi 10 hingga 25 Juta

0
122

​CIANJUR, patas.id – Beredarnya kabar pencairan bantuan Rp 25 juta bagi mantan TKW yang mempunyai paspor membuat warga semakin resah. Keresahan timbul setelah ada kabar bahwa pencairan tersebut tidak benar dan warga diimbau untuk tidak memberikan secara asal paspor mereka. 

Seorang mantan TKW yang sudah menyerahkan paspor, Samsiah (38 tahun) mengatakan, akan mendatangi pihak yang menjanjikan pencairan uang tersebut. Warga Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber ini diberi janji bahwa pencairan akan dilakukan pada Minggu (5 November 2017).

“Kami akan mendatangi pihak yang memberi janji, katanya tanggal 5 cair. Kalau tak cair kami akan meminta kembali paspor kami,” katanya saat ditemui di sebuah warung di Desa Cibadak, Rabu (1 November 2017).

Samsiah bersama dengan suaminya masih menanti kebenaran pencairan bantuan tersebut. Menurutnya saat kondisi sulit seperti saat ini kabar adanya bantuan dengan hanya menyerahkan paspor merupakan angin surga bagi warga dan mantan TKW. “Kami tinggal di kampung ada bantuan katanya supaya mantan TKW tak berangkat lagi ke Arab, siapa yang tak tergiur,” katanya.

Di Desa Cibadak sudah ada puluhan warga yang menyerahkan paspor kepada seseorang di Kecamatan Cibeber. Mereka ada yang masih berharap ada juga yang kecewa karena mengetahui kabar tersebut bohong. Namun beberapa di antaranya memilih untuk tidak menyerahkan paspor dengan alasan khawatir paspor disalahgunakan.

Seperti yang dikatakan oleh seorang mantan TKW, Herawati (36 tahun), warga Desa Cibadak. Setelah ada kabar tersebut memang kakaknya sendiri mengajaknya untuk menyerahkan paspor tersebut. Namun setelah berdiskusi ia mengurungkan niatnya untuk menyerahkan paspor.

“Saya khawatir paspor digunakan untuk hal yang merugikan saya. Sekarang kan musim teroris, takut juga,” katanya sambil tertawa.

Ia mengatakan mempunyai tiga paspor karena sudah berangkat tiga kali ke daerah di Timur Tengah. Meskipun memiliki paspor yang masih aktif ia memilih untuk tetap menyimpannya. “Katanya untuk yang aktif Rp 25 juta, ada yang bilang juga untuk yang tak aktif Rp 10 juta sampai Rp 15 juta,” kata Herawati.

Menurutnya warga percaya karena yang memberi janji itu sampai membawa nama presiden untuk bantuan pencairan dana. “Iya saya mendengar sampai nama presiden disebut-sebut,” katanya.

Mendapat data ada puluhan warganya yang sudah menyerahkan paspor, Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, mengatakan bahwa pihaknya langsung membuat surat edaran kepada warga agar tak tergiur janji manis adanya pencairan dari warga yang telah menyerahkan paspor.

“Saya bersama aparat desa langsung turun ke lapangan hari ini. Kami mengimbau kepada warga agar waspada dan adanya pencairan itu tidak benar,” katanya.

Elan mengatakan pihaknya sudah mendapat tembusan dari Dinas Tenaga Kerja dan pihak kecamatan bahwa kabar adanya bantuan pencairan dana bagi yang menyerahkan paspor itu tak benar. “Kami akan menempel imbauan ini di setiap ruang publik dan ruang yang banyak dikunjungi warga,” katanya. (daz)

Comments

comments