Janji Insentif Tak Jelas, Guru Honorer Ancam Mogok Ngajar

0
111

CIANJUR, patas.id – Guru honorer di Kabupaten Cianjur mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur segera menyelesaikan pemberian Surat Keputusan (SK) kepada mereka. Tidak hanya soal ketidakjelasan SK, guru honorer pun masih belum mendapatkan kepastian terkait insentif dari Bupati Cianjur.

Ketua Forum Honorer Kabupaten Cianjur, Magfur, mengatakan, masih banyak guru yang belum mendapatkan SK. Bahkan di setiap kecamatan masih ada honorer yang tidak punya. Padahal setiap guru honorer kini wajib memiliki SK dari Pemkab.

“Kalau menurut Permendikbud 8/2017, guru honorer wajib di-SK-kan. Sementara masih banyak yang belum dapat. Makanya masih ada yang SK-nya dari sekolah,” ucap dia, Selasa (31 Oktober 2017).

Menurutnya, SK dari setiap sekolah tersebut hanya bertahan sampai awal tahun ajaran baru mendatang, sementara untuk selanjutnya harus SK dari pemerintah daerah masing-masing. 

“Makanya kami mendesak agar segera dituntaskan SK-nya. Jangan sampai nanti guru tidak mendapatkan haknya karena SK yang belum selesai,” ucap dia.

Di samping itu, kata Magfur, pihaknya mempertanyakan kejelasan janji Pemerintah Kabupaten Cianjur yang bakal memberikan insentif kepada para guru honorer yang jumlahnya mencapai Rp 7 miliar.

Menurut Magfur, dirinya sudah beberapa kali menanyakan kejelasan insentif tersebut. Namun bukannya mendapat kejelasan, malah dilemparkan ke sejumlah dinas.

“Saya malah dipingpong, dari Disdikbud disuruh ke DPKAD karena mengklaim sudah mengajukan, tapi dari DPKAD disuruh lagi ke Disdikbud karena belum masuk pengajuannya. Terakhir dapat informasi bahwa insentif tersebut dicoret dari pengajuan,” kata dia.

Dari informasi tersebut, lanjut Magfur, kemungkinan besar, janji pemerintah tidak akan terealisasi di tahun ini. Dia pun mengaku sangat menyayangkan kebijakan itu, sebab telah ingkar terhadap para guru.

“Berarti pemerintah sudah ingkar. Kami pun akan mogok mengajar. Sekarang sedang dirapatkan dan dalam waktu dekat bakal melakukan aksi tersebut,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, menuturkan, terkait SK, pihaknya sedang mengupayakan agar segera tuntas. Namun utnuk pemberian insentif menjadi kewenangan DPKAD.

“SK sudah hampir selesai, dalam waktu dekat semuanya dibagikan. Tapi urusan insentif, silakan tanyakan ke DPKAD,” ucapnya. (isl)

Comments

comments