Para Ketua PK Partai Golkar di Cianjur Protes Soal Rekomendasi DPP

0
145

CIANJUR, patas.id – Gonjang-ganjing rekomendasi DPP Partai Golkar kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqin sebagai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat mendapat protes keras dari para Ketua PK Partai Golkar di Kabupaten Cianjur.
Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Haurwangi, Arom Masudin, mengatakan bahwa jauh sebelum ini, para pengurus desa se-Kecamatan Haurwangi melakukan rapat masing-masing, dan hasilnya merekomendasikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi gubernur. Lalu para pengurus PK rapat pleno hasilnya sama, di DPD juga pleno hasilnya bulat merekomendasikan Dedi Mulyadi.
“Hasil Rapimda Partai Golkar Jabar di Karawang juga keputusannya demikian, kenapa sekarang rekomendasi kepada nama yang sama sekali tidak pernah dibahas pada pleno-pleno tersebut, sama sekali tidak masuk nalar saya,” tegas Arom, Minggu 29 Oktober 2017.
Arom menambahkan, nama dalam rekomendasi DPP sekarang jangankan pernah dibahas, muncul sebagai usulan saja tidak pernah sama sekali.
Ketika dikonfirmasikan bahwa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur sudah menyampaikan akan patuh kepada keputusan DPP, bahkan Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, Ade Barkah Surahman, juga akan fatsun pada DPP, Arom menyatakan bahwa ini bukan tentang fatsun atau bukan, tetapi keputusan rekomendasi tersebut sama sekali tidak dapat dicerna sebagai sesuatu yang logis. 
“Kalau patokannya elektabilitas survei, ingat berapa persen Yance dulu mendapat rekomendasi dari DPP untuk menjadi cagub, jauh di bawah Kang Dedi Mulyadi,” tandas Arom.
Menurut Arom, pernyataan Ade Barkah itu pernyataan pribadi, tidak menjadi patokan. Buat saya, silakan beliau berpendapat seperti itu, saya di akar rumput yang susah payah mencari suara” ujar Arom.
Senada dengan PK Haurwangi, Sudarso Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Cugenang juga menyampaikan protes. “Golkar ini partai kader, sesama kader berlomba menjadi yang terbaik, DPP jangan mendegradasi pola pengkaderan yang selama ini berjalan,” ujarnya. 
Sudarso kemudian merujuk pada elektabilitas Partai Golkar berdasarkan hasil survei CSIS yang menyebut elektabilitas Partai Golkar Jawa Barat berada pada posisi tertinggi dengan 18,9% “Ini prestasi kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi, jangan diabaikan,” tegasnya.
Sudarso mensikapi pula pernyataan Sekretaris Partai Golkar Jabar. “Saya sudah baca berita di salah satu kantor berita, saya hadir kemarin dan mendengar langsung wawancara tersebut, itu ada pelintir berita, pernyataan Ade Barkah yang akan patuh pada DPP itu kalau rekomendasi sudah resmi, sekarang kan baru di media,” kata Sudarso.
Lain halnya dengan Encep Ibanatul Arkam yang menyampaikan keheranannya dengan keputusan DPP. Dia mengaku heran, karena orang yang tidak pernah berbuat apa-apa untuk partai bisa-bisanya dapat rekomendasi gubernur.
“Semangat saya bisa luntur kalau pola DPP seperti ini,” ujar Encep yang juga Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Pacet.
Encep malah mempersilakan Ade Barkah berpendapat seperti itu. Dia mengaku akan tetap ikut Dedi Mulyadi. “Kalau saya dipecat juga tidak apa-apa. Boleh dong saya tidak sependapat dengan Pak AB. Jika Kang Dedi Mulyadi tidak nyalon, saya akan diam saja dan mending melanjutkan kerja demi rakyat,” tegas Encep. (daz)

Comments

comments