Komisi I Keluarkan Nota Dinas Berhentikan Pembangunan RSDH

0
210

CIANJUR, patas.id – Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur mengeluarkan nota dinas agar pembangunan di lahan seluas 6.000 meter persegi di Rumah Sakit Dokter Hafidz (RSDH) segera dihentikan, sampai pihak rumah sakit mengurus perizinan secara lengkap.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, Moch Isnaeni, menuturkan, nota tersebut dikeluarkan atas hasil pengawasan ke lapangan dan pemanggilan pihak RSDH ke Komisi I. Diketahui, ternyata tidak ada izin yang dimiliki terkait pembangunan tersebut.

“Dari hasil sidak pada Kamis (26 Oktober 2017) yang juga didampingi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, didapati jika pemangunan unttuk parkir dan penambahan gedung itu tanpa izin dan bisa disebut ilegal,” ucap Isnaeni saat ditemui di kantornya, Jumat (27 Oktober 2017).

‎Dia menungkapkan, pembangunan yang merupakan perluasan rumah sakit swasta itu juga di luar siteplan yang telah diajukan. Apalagi, lahan yang digunakan merupakan sawah yang dikeringkan, sementara Cianjur masih menerapkan moratorium alih fungsi lahan pesawahan.

“Cianjur itu ada moratorium, itu lahan sawah. Kecuali ada surat dari BPN kalau lahan itu tanah darat, bukan sawah. Sementara itu statusnya masih sawah,” katanya.

Menurutnya, setelah sidak pun, pihak rumah sakit tidak bisa memberikan alasan atau penjelasan yang membenarkan pembangunan tersebut, sehingga Komisi I mengeluarkan nota dinas untuk pemberhentian segala aktivitas pembangunan di lahan itu.

Selain itu, pihaknya bakal melayangkan surat kepada Satpol PP Kabupaten Cianjur untuk bertindak tegas, terlebih jika pihak rumah sakit membandel atau tidak mengindahkan nota tersebut.

“Tegakkan regulasi, jangan tebang pilih. Kalau ternyata tidak ada tindakan, maka kami yang akan bawa langsung para penegak Perda itu ke lokasi, agar segera ditertibkan. Kalau perlu dibongkar jika tetap membandel,” tegasnya. (isl)

Comments

comments