Dianiaya, Korban Laporkan Satpol PP ke Polisi

0
159

CIANJUR, patas.id – Penjaga Toko Hepi di Jalan Mangunsarkoro Cianjur, Taufik Hidayat (21 tahun) yang menjadi korban penganiayaan Satpol PP Kabupaten Cianjur melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cianjur, Jumat (27 Oktober 2017).  Didampingi Aliansi Masyarakat untuk Pen‎egakan Hukum (Ampuh) Cianjur, korban mendatangi Mapolsek Cianjur.

Taufik mengatakan, langkah tersebut diambil setelah bermusyawarah dengan keluarga. Apalagi dia dianiaya oleh banyak anggota Satpol PP, padahal temannya yang menjadi sasaran.

“Awalnya kan teman saya yang jadi target anggota, saya menyelamatkan, tapi malah saya yang dihajar lebih dari 10 orang anggota Satpol PP,” ujar dia‎ saat ditemui di Mapolsek Cianjur.

Menurut dia, orangtuanya pun menolak pernyataan perdamaian. “Melihat saya pulang dengan kondisi lebam, orangtua saya pun marah. Makanya begitu ada yang datang, orangtua menolak dan saya disuruh untuk lanjut proses hukum,” katanya.

Dia menambahkan, apa yang disampaikan Pemkab bahwa temannya berkata kasar dan menyebut nama hewan sebelum kejadian tersebut tidak benar. Pasalnya, temannya tersebut hanya menyuruh dia mengambil bunga di depan toko.

“Malah satpol PP yang berbicara kasar terleih dulu dan langsung memukul saya. Pokoknya saya ingin ini terus diproses hukum,” ucapnya.

‎Presidium Ampuh, Yana Nurjaman, menuturkan, pendampingan dari Ampuh dilakukan untuk mengantisipasi adanya tekanan dari berbagai pihak terhadap korban.‎ Dia pun mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak berhenti hanya dengan santunan atau permintaan maaf, tapi diteruskan melalui jalur hukum.

“Intinya, masalah ini harus diselesaikan melalui mekanisme jalur hukum yang ada,” tuturnya.

Yana menambahkan,‎ proses hukum pun diambil sebagai peringatan jika pola penindakan dan arogansi sudah tidak bisa lagi digunakan serta dibiasakan. 

“Ini bukan zamannya lagi, kalau mau begitu jadi saja preman, jangan jadi Satpol PP,” tegasnya. (isl)

Comments

comments