Arogan, Belasan Petugas Satpol PP Gebuki Penjaga Toko

0
199

CIANJUR, patas.id – Petugas Satpol PP Kabupaten Cianjur memukuli penjaga toko Hepi di Jalan Mangunsarkoro, Cianjur, Taufik Hidayat (21 tahun), Selasa (24 Oktober 2017). Akibat tindakan arogan tersebut, korban mengalami luka memar di wajah dan beberapa bagian tubuhnya.

Berdasarkan informasi, kejadian pengeroyokan yang viral setelah diunggah melalui media sosial itu berawal dari kesalahpahaman. 

Sebelum terjadi penganiayaan itu, Ari Lazuardi (21 tahun), sesama pegawai toko Hepi yang juga rekan dari Taufik, tengah menata pajangan bunga dan menyuruh temannya mengambilkan bunga yang berada di depan toko. Di waktu bersamaan, Satpol PP tengah melakukan patroli dan penertiban pedagang nakal.

Ucapan Ari pun malah ditanggapi sebagai ledekan terhadap Satpol PP, sehingga petugas langsung mendatangi toko tersebut. Tetapi bukannya meminta penjelasan atas ucapannya, Satpol PP malah langsung masuk dan memukuli Taufik yang sebenarnya menyelamatkan temannya yang menjadi sasaran petugas.

“Teman saya nyuruh saya ambilkan bunga, tapi disangka itu ke Satpol PP. Dikira akan tanya dulu, tapi malah mau pukul teman saya. Ketika saya dorong supaya tidak dipukul, malah saya yang jadi sasaran,” kata dia kepada wartawan.

Menurutnya, pemukulan yang terjadi di dalam toko tersebut dilakukan oleh lebih dari sepuluh orang anggota Satpol PP. “Dilakukan di dalam toko, bahkan saya juga ditendang dan ada kerusakan barang dagangan,” katanya.

Beruntung warga dan penjaga toko lainnya segera menghentikan penganiayaan tersebut. Kejadian itu pun sempat menarik perhatian pengendara sehingga terjadi kemacetan yang juga diperparah dengan mobil petugas Satpol PP yang diparkirkan di tengah jalan.

Haji Uwong, salah seorang warga sekitar, menyayangkan, tindakan yang dilakukan anggota Satpol PP Kabupaten Cianjur yang dinilai salah serta arogan. Pasalnya, mereka memukuli tanpa alasan dan tanpa membicarakan dulu supaya tidak terjadi kekerasan.

“Saya melihat kerumunan Satpol PP di dalam toko, saat saya menghampiri seorang penjaga toko tengah dipukuli,” ucapnya.

Seharusnya, lanjut dia, sebelum melakukan pemukulan ditanyai dulu apa penyebabnya, kalau bisa bicarakan di Kantor Satpol PP bukan langsung melakukan kekerasan.

“Belum ditanyai apa penyebabnya main langsung pukul, itu sudah masuk ranah hukum dan harus ditindak. Akibatnya, para pedagang dan pemilik toko menjadi berpikiran jelek terhadap Satpol PP,” katanya.

Sementara itu, petugas Satpol PP Kabupaten Cianjur tak seorang pun yang bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi, Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur tidak dapat dihubungi dan tak dapat ditemui.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku kecewa dengan tindakan arogan petugas Satpol PP tersebut. Menurutnya, dalam setiap razia atau penertiban, dia selalu menekankan agar petugas bersikap baik, komunikatif, dan santun.

“Saya sudah dapat informasinya dan menginstruksikan kepada Kepala Satpol PP untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bila perlu tindak petugas yang arogan agar ada efek jera,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments