Saksi tak Hadir Semua, Sidang Kasus Saracen di PN Cianjur Ditunda

0
156

CIANJUR, patas.id – Sidang kedua kasus ujaran kebencian melalui media sosial dengan terdakwa Sri Rahayu Ningsih ‎yang digelar di di Pengadilan Negeri Cianjur, Senin (23 Oktober 2017) ditunda.  Penundaan sidang dengan agenda penyampaian keterangan dari para saksi ahli ditunda dikarenakan ada saksi yang sakit dan lainnya berhalangan hadir karena tengah menjalani tugas. 

Kuasa Hukum Sri Rahayu dari LBH Perempuan dan Anak Cianjur, Nadia Wikerahmawati‎, ‎mengaku kecewa dengan tidak hadirnya para saksi tersebut, apalagi sampai semuanya bersamaan berhalangan.

“Sidang kali ini diagendakan pemeriksaan saksi. Ada lima saksi, dan semuanya berhalangan hadir. Memang cukup mengecewakan,” kata dia saat ditemui usai sidang.

Namun, menurut Nadia, tidak hadirnya saksi juga menjadi keuntungan, sebab pihak kuasa hukum mendapatkan waktu cukup panjang untuk mempelajari Berita Acara Perkara (BAP) yang saat ini tengah diminta berkasnya.

“Kami sudah mintakan (BAP), tapi masih belum diserahkan. Kami berhak mendapatkan BAP untuk pembelaan terdakwa,”ucapnya.

‎Humas Pengadilan Negeri Cianjur, Erlinawati, mengatakan, sidang tersebut akan kembali digelar dengan agenda yang sama pada pekan depan. Dijadwalkan sidang dilaksanakan pada 1 November 2017.

“Sidang berikutnya Rabu depan, sebab sekarang saksi-saksi tidak hadir,” ucapnya.

‎Sri Rahayu mulai menjalani sidang perdana kasus ujaran kebencian melalui media sosial Senin (16 Oktober 2017).

Dalam pembacaan dakwaan, Sri dituduh melakukan kejahatan sesuai dalam pasal 45 a ayat 1, junto ayat 2 UU RI nomor 19/2016 tentang perubahan UU11/2008 tentang informasi transaksi elektronik.

Dakwaan kedua, Sri dituntut pasal 16 junto pasal 4b (1) UU RI 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras atau etnis. Pada dakwan ketiga pasal 156 KUHP junto pasal 65 ayat 1 KUHP. (isl)

Comments

comments