Bunga Bangkai Mekar di Desa Langensari

0
124

CIANJUR, patas.id – Warga Kampung Jangga RT 04/RW 04 Desa Langensari Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur menemukan bunga bangkai yang tumbuh di kebun milik ‎salah seorang warga. Meski warga terganggu dengan baunya, namun tumbuhan langka tersebut dibiarkan hingga mati dengan sendirinya.
Bunga bangkai atau Ammorphopallus titannum tersebut, telah tumbuh setinggi kurang lebih 60 centimeter. Lebar kelopak bunga 50 centimeter, berwarna merah hati. Pada waktu tertentu bunga itu mengeluarkan aroma yang tidak sedap, yang dapat tercium hingga radius belasan meter dari bunga.

Tumbuhan Langka tersebut, pertama kali ditemukan pemilik kebun, Sartika (50 tahun) ketika hendak bersih-bersih, sejak tiga hari yang lalu.

Sartika mengatakan, pertama kali bunga bangkai tersebut ia temukan secara tidak sengaja. Awalnya dia mencium aroma tidak sedap (busuk) dan ketika tumbuhan tersebut ditemui, masih dalam keadaan kuncup atau belum mekar.

“Tidak sengaja, awalnya dikira ada bangkai hewan, ternyata ada bunga bangkai,” ujar Sartika saat ditemui wartawan, Senin (23 Oktober 2017).

Bahkan dia mengungkapkan, bunga tersebut sudah tumbuh dua kali di kebun yang sama. Namun, yang pertama tidak sebesar saat ini. “Sebelumnya sempat ada, sekitar dua tahun lalu dan baru tumbuh lagi sekarang,” tuturnya.

Senada, Kepala Dusun (Kadus) III Desa Langensari, Syahidin menuturkan, informasi didapatnya dari warga sekitar yang memberitahukan adanya bunga bangkai tersebut. Selain itu, dia menuturkan, di desa tersebut sering tumbuh bunga bangkai tersebut.

Terbiasanya warga membuat tanaman langka tersebut dibiarkan tumbuh hingga mati dengan sendirinya.

“Mungkin karena sudah sering tumbuh dan warga sudah tidak penasaran jadi pada cuek dan membiarkan. Lima tahun lalu juga sempat tumbuh, jauh lebih besar dan tinggi. Makanya ketika tumbuh dibiarkan dan banyak yang diabadikan dulu dengan foto,” kata dia. (isl)

Comments

comments