Sesosok Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pinggir Jalan Lingkar Timur

0
165

CIANJUR, patas.id – Warga Kampung Gunungjati, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Bandung, digemparkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas yang tergeletak di semak-semak, di pinggir jalan utama Lingkar Timur-Pramuka, Kamis (19 Oktober 2017) sekitar pukul 13.30 WIB.

Mayat itu pertama kali ditemukan oleh Adeng (65 tahun), seorang warga yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak miliknya, yang mencium bau menyengat. Setelah ditelusuri, pria paruh baya itu kaget dengan adanya sesosok mayat yang sudah dalam keadaan membusuk.

“Biasa mencari rumput ke daerah ini, tapi tadi tercium bau busuk. Saya pikir itu, bau busuk dari bangkai binatang. Setelah dicari ternyata mayat manusia, kondisinya sudah membusuk. Saya langsung meminta warga lain untuk melaporkan ke polisi,” kata Adeng, kepada wartawan, Kamis (19 Oktober 2017).

Kapolsek Cilaku, Kompol Nanang Suherman, mengiyakan adanya temuan mayat laki-laki, tanpa identitas tersebut. Namun, ucap Nanang, pihaknya belum dapat memastikan penyebab dari kematian mayat itu.

“Untuk identifikasi, mayat tanpa identitas tersebut kami bawa ke Instalasi Pemulasaraan dan Kedokteran Forensik (IPJKF) RSUD Cianjur dan kini masih dalam pemeriksaan dari petugas IPJKF. Namun, dari mayat tersebut ditemukan tanda lahir di bagian punggung bagian kanan,” jelas Nanang.

Dari hasil koordinasi dengan beberapa polsek, sambung Nanang, jajarannya mendapat informasi adanya laporan orang hilang di wilayah hukum Polsek Karangtengah. “Kami masih akan melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat ini, semoga secepatnya dapat terungkap,” ucapnya.

Sementara itu, staf IPJKF RSUD Cianjur, Soni Irawan, menuturkan, dari hasil pemeriksaan luar mayat ditemukan luka patah tertutup pada bagian rahang. “Kondisinya sudah membusuk, diperkirakan tewas sekitar satu minggu. Kami akan lakukan otopsi, dari tubuh mayat hanya ditemukan sebuah dompet yang berisi sejumlah nota pembelian sparepart kendaraan bermotor,” tutur Soni. (wan)

Comments

comments