Dana Tak Ada, Atlet Porda Cianjur Jahit Sendiri Sepatu Sepakbola

0
104

CIANJUR, patas.id – Kondisi atlet cabang olahraga sepakbola Kabupaten Cianjur begitu memprihatinkan. Mereka yang bakal menghadapi babak kualifikasi Porda Jawa Barat beberapa hari mendatang, harus memaksakan latihan dengan kondisi sepatu yang menganga pada bagian bawahnya. Keterbatasan biaya pun membuat mereka harus tetap bersabar dengan kondisi itu.

Sepatu itu sudah mereka pakai sejak awal latihan dan pemusatan latihan di Badak Putih Cianjur. Hampir setiap malam mereka harus memperbaiki sepatu yang rusak, baik dengan cara menjahit sendiri atau merapatkannya menggunakan lem.

Dalam sehari, mereka latihan dua kali, dan selama dua kali juga mereka harus mengeringkan sepatunya untuk digunakan pada latihan selanjutnya. Sebab tak ada sepatu cadangan, apalagi kalau sudah hujan. 

Kiper Tim Cianjur, Taufik Hidayat (19 tahun), mengatakan setelah latihan selesai dirinya lalu menjahit sendiri sepatunya agar bisa digunakan untuk latihan sore. Selesai latihan sore pun maka malam harinya dia menjahit lagi sepatunya karena jebol lagi. 

“Saya jahit lagi malam harinya agar bisa digunakan untuk pagi hari latihan,” kata dia saat ditemui di sela latihan, Rabu (18 Oktober 2017).

Taufik mengatakan kebiasaan seperti itu bukan hanya dilakukan oleh dirinya. Banyak rekan setimnya melakukan hal serupa karena sepatunya sudah usang dan tetap dipakai. Dia mengatakan sepatu yang digunakan untuk latihan Porda adalah sepatu milik pribadi yang dibawa dari rumah masing-masing. 

Tak heran jika kondisi sepatunya sudah banyak yang rusak. Sepatu tersebut bekas digunakan para pemain di liga-liga kampung, desa, dan kecamatan.

“Mau gimana lagi, kami bukannya nyaman tapi terpaksa, karena latihan harus terus berlangsung pertandingan sebentar lagi akan dimulai,” kata Taufik.

Dia mengaku sering merasa kesakitan saat mengenakan sepatu yang sudah rusak tersebut. Dia hanya merendam kakinya dengan air hangat untuk mengembalikan kondisi agar sedikit membaik. “Paling kami saling memijit bergiliran untuk memulihkan terkilir atau keseleo karena memakai sepatu rusak,” katanya.

Manager Tim Sepakbola Kabupaten Cianjur untuk Porda Jabar, Yudiansyah, mengatakan, keprihatinan tersebut muncul lantaran tak kunjung ada dana yang turun dari KONI ataupun Pemkab Cianjur. Padahal tinggal empat hari lagi, tim Cianjur bakal menjamu Kota Sukabumi dalam babak kualifikasi Porda Jabar.

“Bahkan untuk kaos tim saja belum ada, tidak tahu nanti mau pakai kaos tim mana,” kata dia.

Menurutnya, dalam Porda kali ini seluruh pemain merupakan asli putra daerah, sayangnya tidak semua pemain yang berkualtas tersebut memiliki taraf ekonomi yang cukup. “Kami seleksi berdasarkan skil, harusnya pemerintah yang mendukung untuk segala fasilitas,” katanya.

Dia menambahkan, untuk kebutuhan makan dan vitamin, pihaknya harus urunan, meskipun tetap tidak mencukupi nomilal yang layak.

“Minimalnya sehari itu Rp2,8 juta untuk 27 pemain dan official selama latihan, sekarang untuk makan tiga kali sehari hanya tersedia budget Rp 800 ribu. Jadi terkadang mereka makan bersama untuk satu paket nasi. Memprihatinkan memang, tapi kondisinya memang seperti ini, tanpa perhatian dari permintah atau KONI,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments