Enam Rumah di Agrabinta Roboh Diterjang Longsor

0
173

CIANJUR, patas.id – Longsor lagi-lagi melanda Kabupaten Cianjur, tepatnya wilayah Cianjur selatan. Kali ini sejumlah rumah di Kecamatan Cibinong dan Agrabinta rusak akibat tertimpa material longsor, bahkan di antaranya rata dengan tanah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kejadian tersebut berlangsung pada Senin (9 Oktober 2017) malam, dimana hujan deras yang mengguyur kedua kecamatan tersebut membuat tebing berujung pada longsoran.

Longsor di Agrabinta, terjadi di Desa Sinarlaut. Di lokasi tersebut enam rumah rusak parah dengan tiga di antaranya ambruk. Sementara jalan penghubung dengan Desa Wangunjati amblas sedalam 2 meter, membuatnya tidak bisa dilalui.

“Kejadiannya pukul 24.00 WIB. Awalnya hujan lebat, kemudian longsor dan menimpa enam rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa, sebab begitu mendengar ada pergerakan tanah yang disusul longsor, pemilik rumah langsung keluar,” ujar Kepala Desa Sinarlaut, Apendi, saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (10 Oktober 2017).

Selain longsor, lanjut dia, terdapat retakan tanah sepanjang 10 meter di tebing di sekitar lokasi longsor. Warga yang terancam pun sementara waktu diimbau untuk mengungsi ke rumah tetangga atau kerabatnya yang dinilai aman.

“Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Warga yang rumahnya rusak saat ini masih mengungsi,” ucapnya.

Sementara itu, untuk longsor di Cibinong, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur masih  melakukan assesment. Hal itu dilakukan untuk memastikan dampak bencana longsor, apalagi sebelumnya juga terjadi longsor yang menutup akses jalan di Cibinong.

“Sudah dikirimkan tim untuk meninjau ke lokasi,” ujar Plt Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman.

Menurutnya, dengan semakin banyaknya bencana di Cianjur selatan, BPBD bakal segera melakukan rapat dengan BPBD Jawa Barat dan BMKG untuk mengubah status siaga bencana ke banjir dan longsor.

“Segera akan kami rapat ke Bandung,” katanya. (isl)

Comments

comments