Diserang Monyet Liar, Putri Mendapat 17 Jahitan

0
120

CIANJUR, patas.id – Serangan monyet liar kembali terjadi dan meresahkan warga. Putri Aisyah (9 bulan) harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Cianjur setelah menjadi korban keganasan monyet liar, Selasa (10 Oktober 2017).

Informasi yang dihimpun, kejadiaan nahas yang menimpa bayi Ratna Wulan (35 tahun), warga Kampung Leles Desa Sukamanah Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur itu terjadi saat korban ditinggalkan ke toilet oleh ibunya sepulang mereka membeli bubur yang ada di lingkungan rumahnya.

Saat sang ibu pergi ke toilet, bayi Putri ditinggal sendiri di atas kasur lantai yang ada di tengah rumahnya. Sesaat ditinggal, seekor monyet dengan ukuran besar masuk ke rumah dan langsung menyerang Putri Aisyah, hingga mengakibatkan luka gigitan yang sangat parah pada bagian pipi sebelah kanannya.

Ratna Wulan, ibu korban, mengatakan, akibat dari serangan monyet liar itu, anaknya mengalami luka robek pada bagian pipi sebelah kanannya hingga tembus ke gusi. Diungkapkan Ratna, kejadian yang menimpa bayinya itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, sesaat mereka pulang membeli bubur.

“Saat itu saya kebelet ingin buang air kecil. Anak saya tinggal di kasur lantai yang ada di tengah rumah sambil dibekali biskuit supaya tak rewel. Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka, setelah saya lihat keluar ternyata seekor monyet sedang menyeret anak saya hingga ke depan pintu,” jelas Ratna, saat ditemui di ruang perawatan di RSUD Cianjur.

Ratna menyebutkan, akibat dari serangan monyet liar itu, anaknya harus mendapatkan 15 jahitan untuk menutup luka akibat gigitan primata itu. Bahkan, sambung Ratna, rencananya hari ini anaknya akan menjalani operasi untuk menambal luka yang dideritanya.

Ratna meminta, aparat terkait agar segera dapat menangkap monyet liar yang telah meneror sejumlah kampung yang ada di wilayah tempat tinggalnya itu.

“Untuk penanganan pertama dari tim medis anak saya mendapatkan 15 jahitan, dan besok akan menjalani operasi untuk menambal luka gigitan dari monyet liar tersebut. Saya ingin monyet liar itu segera ditangkap, karena khawatir akan kembali memakan korban,” ucapnya.

Dodi Sumardi (45 tahun), tetangga korban, menjelaskan, keberadaan monyet liar di lingkungan tempat tinggalnya itu ada sejak tiga bulan terakhir.

“Sekitar tiga bulan terakhir monyet liar itu meneror kampung ini. Ciri monyet itu, sebelah matanya tidak normal dan ukurannya sekitar anak usia 5 tahunan, menyerangnya selalu kepada anak-anak,” jelas Dodi.

Sebelumnya, Pepi Lidiasari (2 tahun), warga Kampung Munjul Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur, sempat diseret dari kursi sejauh lima meter oleh seekor monyet liar. Saat itu Pepi baru bangun tidur dan sedang menikmati sepotong cokelat di depan rumah ditemani sang ibu yang sedang menyapu halaman.

“Dengan santainya monyet itu datang dari arah samping rumah menaiki pagar dan menghampiri anak saya, lalu ia menarik kaus anak saya dan anak saya terseret, saya menjerit-jerit sambil mengayunkan sapu bermaksud memukul monyet tersebut tapi ia sempat tak bergeming hingga sapu mengenai kepalanya baru ia melepaskan anak saya,” ujar Nurjanah (35 tahun), ibu korban.

Para tetangga pun langsung berhamburan keluar rumah dan memburu monyet yang melukai Pepi. Namun usaha warga tak membuahkan hasil karena monyet tersebut sangat lincah lompat dari genting ke genting lalu naik ke pohon dan menghilang.

Serangan monyet tersebut sudah berlangsung beberapa hari dimulai dari Minggu (4 Oktober 2017) m. Sudah belasan anak menjadi korban karena monyet tersebut tidak hanya menyerang di pagi hari tapi juga di sore hari.

Korban terparah dialami oleh Syifa Awaliyah bayi yang berumur tujuh bulan, ia diserang monyet saat bermain roda boks di depan rumahnya yang saat itu sedang sepi.

“Saya lihat anak saya sudah berdarah di bagian kepala sampai harus dijahit empat jahitan, dalam sehari ada tiga orang korban gigitan di kampung ini,” kata Siti Saniah (22 tahun) ibu Syifa. Syifa sempat dirawat sehari di RSUD Cianjur. 

Faeyza Syuza (3 tahun), anak warga Kampung Munjul RT 02/RW 07, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, juga menderita luka cakaran akibat monyet liar yang kembali menyerang perkampungan.

Tetik Kurnawati (29 tahun) sang ibu mengatakan anaknya sedang bermain di depan rumah ketika monyet tersebut menyerang. “Saya sedang beli sayur di depan rumah saat monyet tersebut menyerang anak saya,” ujarnya.

Monyet tersebut sudah menggigit dan mencakar anaknya. Ia lantas bergegas membawa anaknya tersebut ke rumah mencuci darah dan merujuknya ke bidan. “Anak saya mendapat luka satu jahitan, Anak saya langsung panas meriang,” katanya.

Selain Faeyza ada 18 orang anak yang sudah terserang monyet liar, rata-rata mendapat luka di bagian kepala. Mereka yang terserang di antaranya, Rido (2 tahun), Maryam (2 tahun), Ilham (6 tahun), dan Nuraeni (5 tahun).Orangtua yang mempunyai bayi dan anak kecil dikawasan kampung Munjul kini waswas. Mereka tak berani lagi meninggalkan anaknya sendiri di halaman rumah. “Setelah kejadian ini kami khawatir karena monyetnya belum tertangkap,” ujarnya. (wan)

Comments

comments