Angin Puting Beliung Sapu Dua Desa di Ciranjang

0
190

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 13 rumah dan 1 madrasah di Desa Ciranjang dan Desa Nanggalamekar Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur rusak parah setelah diterjang angin puting b‎eliung. Akibatnya, sejumlah warga harus mengungsi ke rumah kerabatnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Kamis (5 Oktober 2017) sore sekitar pukul 16.00 WiIB. Pada mulanya, hanya terjadi hujan gerimis disertai angin sejak pukul 15.30 WIB. Namun tiba-tiba muncul angin besar yang membentuk puting beliung.

“Dari arah barat angin datang, tepatnya dekat menara SUTET, kemudian ke perkampungan warga. Bentuknya seperti pusaran warna putih, tapi lama-kelamaan menghitam,” ujar Juhana (57 tahun), Ketua RT 04/RW 10 Desa Ciranjang saat ditemui di rumahnya, Jumat (6 Oktober 2017).

Menurutnya, angin tersebut menghantam rumah milik Ujang Suparman (36 tahun) pada bagian dapur, akibatnya bagian bangunan tersebut jebol dan atapnya beterbangan. Setelah itu, angin terus begerak ke arah timur yakni ke dua kampung lainnya yang masuk ke Desa ‎Nanggalamekar. 

Tidak hanya merusak rumah, angin juga menghabiskan perkebunan milik warga hingga pohon bambu di belakang perkampungan warga. Dua menit berlangsung, angin puting beliung itupun berakhir.

“Memang hanya dua menit, tapi kerusakannya cukup besar. Ada 13 rumah rusak, 1 madrasah,” ungkapnya.

Ujang Suparman mengungkapkan, saat kejadian itu berlangsung, dia dan istrinya sedang berada di dapur. Baru beranjak beberapa langkah dari dapur untuk melihat kondisi di luar yang terdengar bergemuruh, tembok rumahnya roboh.

“Kayu penyangga menimpa punggung istri saya. Tapi tidak sampai luka parah,” kata dia.

Menurutnya, kejadian yang pertama kali di kampung tersebut memberikan trauma pada warga, apalagi yang melihat langsung.

“Saya kan langsung ke luar kemudian mengumandangkan adzan. Sementara warga lain banyak yang berupaya menyelamatkan diri, karena baru pertama kali kejadian seperti ini,” kata dia.

Ujang mengaku saat ini memilih untuk mengungsi ke rumah kerabatnya karena rumahnya rusak berat. “Sementara di rumah orangtua dulu, sampai ada biaya untuk meperbaiki rumah,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments