Rakit Senjata Api, 7 Pelaku Dicokok Polisi

0
169

CIANJUR, patas.id – Polres Cianjur bekuk tujuh warga Sukabumi dan Cianjur terkait pembuat serta penjualan senjata api rakitan, Senin (2 Oktober 2017). Belasan pucuk senjata rakitan dan ratusan peluru diamankan dari para pelaku.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, mengatakan, ketujuh orang pelaku tersebut diamankan berawal ketika petugas menemukan peluru dari tas milik Bastian warga Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur.

Setelah dilakukan pengembangan, petugas menemukan sejumlah nama penjual dan perakit senjata api berbagai jenis dan model yang beroperasi di wilayah hukum Sukabumi. Pelaku mendapatkan amunisi serta senjata rakitan dari tersangka tersebut.

Selanjutnya pihaknya mengirim anggota untuk melakukan pengintaian dan penangkapan terhadap pelaku lain bernama Asep Lala warga Kampung Cibeureum, Desa Siliwangi, Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, yang disebut sebagai pemilik sejata api rakitan beserta 12 butir amunisi yang disewa Bastian.      

“Tidak sampai di situ, kami terus melakukan pengembangan setelah mendapat keterangan Asep Lala, yang mendapatkan senjata api tersebut dari Heri Akbar warga Kecamatan Pacet, Cianjur, dengan harga Rp 2,5 juta. Asep membeli empat puncuk senjata dari perantara Heri,” katanya.

Pelaku Heri berhasil ditangkap di wilayah hukum Polres Sukabumi beserta empat pelaku lainnya atas nama Zenely,  Asep Yusuf, Pebri Herdiansyah, dan Asep Mulyana perakit senjata api di rumahnya di Kampung Cibatu Tengah, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Sukabumi.

Dari rumah perakit senjata api Asep Mulyana, petugas mengamankan ratusan butir peluru berbagai jenis dan alat perakitan serta alat cetak senjata api. Sedangkan dari tangan pelaku lainnya petugas mengamankan 12 pucuk senjata api rakitan berbagai jenis serta beberapa unit senjata api jenis pulpen.

“Kami masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lain yang masuk DPO Polres Cianjur. Sementara untuk para pelaku akan dijerat Undang-Undang Darurat pasal 1 ayat 1 dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara,” katanya.

Heri (32 tahun) salah seorang pelaku mengaku belum lama menjadi perantara jual beli senjata rakitan. Dia mengungkapkan, mendapat pesanan senjata api dari ormas dan LSM. 

“Mereka bilangnya untuk jaga-jaga saat mengamankan terminal, pasar, serta pembangunan proyek. Saya jual Rp 2,5 juta, itu untuk yang one shoot one gun, dari satu sejata dapat Rp 500 ribu,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments